AS Khawatir Ancaman Keamanan terhadap Saudi

Washington, MINA – Amerika Serikat (AS) pada Senin (8/3) menyatakan kekhawatiran atas “ancaman keamanan” terhadap Arab Saudi dari Houthi yang di Yaman setelah serangan yang mengincar jantung industri minyak Saudi.

Pemerintah AS menyatakan akan meningkatkan dukungan untuk pertahanan Saudi, MEMO melaporkan.

Sebelumnya pada hari itu, Kedutaan Besar AS di Riyadh mengatakan, Washington berkomitmen untuk membela Saudi menyusul serangan drone dan rudal hari Ahad (7/3), termasuk yang ditujukan ke fasilitas ekspor minyak penting Saudi.

“Kami terus khawatir dengan frekuensi serangan Houthi di Arab Saudi. Meningkatnya serangan seperti ini bukanlah tindakan kelompok yang serius tentang perdamaian,” kata Sekretaris Pers Gedung Putih Jen Psaki.

“Kami akan mencari cara untuk meningkatkan dukungan bagi kemampuan Arab Saudi untuk mempertahankan wilayahnya dari ancaman,” kata Psaki dalam jumpa pers di Washington.

Otoritas koalisi yang dipimpin Saudi mengatakan, sebagian besar drone dan rudal hari Ahad dicegat dalam perjalanan ke target mereka dan tidak ada korban atau kerugian properti dari serangan itu.

Mereka menargetkan tempat penyimpanan minyak di Ras Tanura, situs kilang dan fasilitas pemuatan minyak lepas pantai terbesar di dunia, dan kompleks perumahan di Dhahran yang digunakan oleh raksasa minyak yang dikendalikan negara, Saudi Aramco.

Houthi telah berperang melawan koalisi pimpinan Saudi di Yaman selama enam tahun dalam konflik yang sebagian besar dianggap sebagai perang proksi antara Arab Saudi dan Iran.

Dalam insiden baru pada hari Senin, koalisi mengatakan telah mencegat dan menghancurkan rudal balistik dan drone peledak yang ditembakkan ke bagian wilayah selatan kerajaan.

Militer Houthi mengklaim telah mencapai target militer di bandara Abha Arab Saudi, dekat perbatasan Yaman, dengan rudal balistik jenis baru. (T/RI-1/P2)

 

Mi’raj News Agency (MINA)