Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menlu Retno: AS Menyesal dan Minta Maaf Telah Melarang Panglima TNI

Zaenal Muttaqin - Senin, 23 Oktober 2017 - 16:10 WIB

Senin, 23 Oktober 2017 - 16:10 WIB

294 Views

Menteri Luar Negeri Retno Marsudi berbicara dengan awak media (Foto: Setkab.)

menlu-retno-300x198.jpg" alt="" width="300" height="198" /> Menteri Luar Negeri Retno Marsudi berbicara dengan awak media (Foto: Setkab.)

Jakarta, MINA – Pemerintah Amerika Serikat (AS) akhirnya minta maaf dan menyesal atas terjadinya pelarangan terhadap Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo untuk menghadiri acara Chiefs of Defense Conference on Country Violent Extremist Organization (VEOs) yang akan dilaksanakan di Washington DC, 23 dan 24 Oktober.

Hal itu diungkapkan oleh Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi usai melapor kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi), di lingkungan Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (23/10).

“Mereka regret and apology (menyesal dan minta maaf), terhadap situasi yang terjadi yang tentunya menyebabkan ketidaknyamanan ini. Kemudian mereka juga menyampaikan larangan itu juga tidak ada, sudah dicabut dan Jenderal Gatot untuk melanjutkan kunjungannya ke AS,” katanya seperti dikuitp MINA dari laman Setkab.

Pernyataan menyesal dan minta maaf itu, menurut Menlu, disampaikan Wakil Dubes Amerika Serikat (AS) untuk Indonesia Erin Elizabeth McKee saat bertemu dirinya di kantor Kementerian Luar Negeri (Kemlu), Senin (23/10) pukul 07.45 pagi.

Baca Juga: Soal Perdagangan Indonesia-Israel, Kemenlu: Melalui Negara Ketiga

Menurut Menlu, dirinya memanggil wakil Dubes AS karena Duta Besar Amerika Serikat untuk Indonesia Joseph Donovan tidak ada di Jakarta saat ini. Atas kondisi ini, Menlu lalu memanggil Wakil Dubes AS untuk memberi penjelasan, namun sebelumnya ia telah melakukan komunikasi melalui telepon dengan Dubes AS, juga sudah melakukan pembicaraan mengenai isu yang sama.

Dalam pertemuan itu, Menlu menjelaskan, bahwa pihak Kedubes mengatakan, pertama, dia melihat pentingnya Indonesia bagi AS. “Hubungan kita dalam kondisi yang baik,” ujarnya.

Kedua, pihak Kedutaan AS telah mengkonfirmasi bahwa rencana keberangkatan Panglima dan rombongan adalah dalam rangka untuk memenuhi undangan yang disampaikan oleh Panglima Angkatan Bersenjata AS Jenderal Joseph F Dunford.

“Ketiga, mereka regret and apology (menyesal dan minta maaf), terhadap situasi yang terjadi, yang tentunya menyebabkan ketidaknyamanan ini. Kemudian mereka juga menyampaikan larangan itu juga tidak ada, sudah dicabut dan Jenderal Gatot untuk melanjutkan kunjungannya ke AS,” kata Retno.

Baca Juga: Indonesia Kutuk Keputusan Parlemen Israel Tolak Negara Palestina

Meskipun Wakil Dubes AS telah memberikan penjelaskan terkait pencabutan larangan kunjungan Panglima TNI Gatot Nurmantyo, namun Menlu Retno Marsudi menegaskan, pihaknya tetap meminta klarifikasi atas kejadian tersebut.

“Kita sampaikan, kita tetap meminta klarifikasi, penjelasan kenapa hal tersebut terjadi. Kita sampaikan bahwa kita menunggu,” ungkap Retno.

Dalam konteks klarifikasi dan penjelasan, kata Retno, Kedubes AS menyampaikan bahwa saat ini mereka masih terus berkoordinasi dengan otoritas-otoritas terkait di AS untuk mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi.

“Jadi mereka tadi menyampaikan bahwa ini Washington masih Minggu malam. Tapi saya sampaikan,  ada urgensi bahwa pemerintah Indonesia ingin mendapatkan penjelasan dan klarifikasi. Karena sekali lagi saya merujuk apa yang mereka sampaikan,” kata Retno.

Baca Juga: Sekjen MUI Yakin Israel Akan Hancur atas Kezalimannya terhadap Palestina

Sebelumnya Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Mayjen Wuryanto menjelaskan, bahwa Jenderal TNI Gatot Nurmantyo beserta isteri dan delegasi telah mengurus visa dan administrasi lainnya untuk persiapan keberangkatan.

“Kemudian pada Sabtu (21/10), Panglima TNI siap berangkat menggunakan maskapai penerbangan Emirates, namun beberapa saat sebelum keberangkatan ada pemberitahuan dari maskapai penerbangan bahwa Panglima TNI beserta delegasi tidak boleh memasuki wilayah AS oleh US Custom and Border Protection,” ujar Wuryanto.

Terkait peristiwa ini, menurut Kapuspen TNI, Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo telah melapor kepada Presiden RI, Menteri Luar Negeri, dan Menko Polhukam, serta berkirim surat kepada Jenderal Joseph F. Durfort Jr. (R/B05/P1 )

Mi’raj News Agency (MINA)

Baca Juga: PWNU Jakarta Pecat 4 Pengurus Karena Berkunjung ke Israel

Rekomendasi untuk Anda

Internasional
Internasional
Indonesia
Palestina
Palestina
Internasional