AS Perketat Penjagaan Tempat Ibadah di Dearborn

Ilustrasi tempat ibadah, Majid (Foto: dok. Anadolu Agency)

Dearbon, MINA – Sebuah kota di AS dengan populasi Arab dan Muslim yang besar memperketat penjagaan polisi di tempat-tempat ibadah setelah Surat Kabar menerbitkan sebuah opini yang “menghasut”.

Abdullah Hammoud, Walikota Dearborn, Michigan, kota berpenduduk sekitar 108.000 jiwa, mengumumkan keputusan tersebut di media sosial. Demikian dikutip dari The New, Rabu (7/2).

“Efektif segera. Polisi Dearborn akan meningkatkan kehadirannya di seluruh tempat ibadah dan titik infrastruktur utama,” katanya.

Dia menambahkan tindakan tersebut adalah “akibat langsung” dari opini The Wall Street Journal yang “menghasut” yang “menyebabkan peningkatan mengkhawatirkan dalam retorika fanatik dan Islamofobia online yang menargetkan kota Dearborn”.

“Tetap waspada,” kata Hammoud, seorang keturunan Lebanon.

Sebelumnya pada hari Sabtu, Walikota tersebut menyebut “sembrono”, “fanatik” dan “Islamofobia” sebuah opini di surat kabar tersebut yang berjudul: “Selamat datang di Dearborn, ibu kota jihad Amerika.”

Hammoud berkata: “Ini tahun 2024, dan [Wall Street Journal] masih mengeluarkan sampah jenis ini.” Jurnalis terkemuka Mehdi Hasan juga mengecam opini tersebut di X, sebelumnya Twitter.

“Lembaga sayap kanan yang memperingatkan meningkatnya antisemitisme, (dan, ya, antisemitisme sedang meningkat) tidak punya masalah dalam mendorong Islamofobia dan kefanatikan anti-Arab yang mengerikan,” katanya.

“Dapatkah Anda membayangkan judul seperti ini tentang wilayah Amerika yang mayoritas penduduknya Yahudi atau berkulit hitam?” Hasan menambahkan: “Memalukan” The Wall Street Journal.

Artikel opini tersebut, yang diterbitkan pada hari Jumat (2/2), ditulis oleh Steven Stalinsky, Direktur Eksekutif Institut Penelitian Media Timur Tengah (MEMRI).

Presiden dan salah satu pendiri organisasi tersebut, Yigal Carmon, adalah mantan kolonel intelijen militer Israel.

Op-ed Stalinsky mengatakan “segera” setelah tanggal 7 Oktober, hari dimana Hamas dan militan Palestina lainnya melancarkan serangan mendadak terhadap Israel, “orang-orang merayakan peristiwa mengerikan pada hari itu dalam demonstrasi dan pawai pro-Hamas di seluruh Dearborn”.

Sejak itu, pasukan Israel melancarkan perang dahsyat di Gaza, sejauh ini menewaskan 27.365 orang di wilayah tersebut, kata kementerian kesehatan wilayah tersebut.

Mahkamah Internasional memutuskan pada bulan Januari bahwa “masuk akal” Israel melanggar Konvensi Genosida di wilayah tersebut.

Menyusul permintaan komentar dari The New Arab pada hari Ahad, Stalinsky menanggapi postingan media sosial Hammoud “yang menyatakan opini WSJ saya telah memicu retorika online yang mengkhawatirkan terhadap Dearborn”.

Stalinsky mengatakan dia “akan meminta walikota untuk menunjukkan apa yang salah” dalam artikelnya.

Dia juga meminta Hammoud melihat kompilasi klip video di situs MEMRI yang menurut organisasi tersebut berisi komentar-komentar yang dibuat oleh para imam dan demostran di Dearborn dan di dekatnya Detroit, kota dengan populasi tertinggi di Michigan.

“Ini menunjukkan khotbah dan demonstrasi anti-Amerika dan pro-jihad yang mengejutkan dan berlangsung secara terbuka di kotanya,” kata Stalinsky, seraya menambahkan “harus ditunjukkan bahwa peristiwa ini terjadi tepat di pusat kota Dearborn”.

Direktur eksekutif MEMRI tidak menjawab pertanyaan dari The New Arab tentang apakah dia atau The Wall Street Journal bertanggung jawab atas judul opininya. The Wall Street Journal juga telah dihubungi untuk memberikan komentar.

Hammoud menggambarkan Dearborn sebagai “salah satu kota Amerika terbesar di negara kita”, menambahkan bahwa kota ini adalah kota dengan pertumbuhan tercepat dan paling beragam di Michigan.

Kelompok advokasi Dewan Hubungan Amerika-Islam cabang Michigan (CAIR-MI) dalam siaran persnya menyambut baik langkah untuk meningkatkan kehadiran polisi di tempat ibadah dan titik infrastruktur utama di Dearborn.

Direktur eksekutif CAIR-MI Dawud Walid mengatakan: “Kami menyambut baik pendekatan proaktif yang diambil oleh Walikota Hammoud untuk melindungi komunitas Muslim dari potensi serangan berdasarkan klaim palsu dalam komentar yang tidak akurat dan menghasut ini.” (T/R7/RS3)

 

 

Mi’raj News Agency (MINA)