AS Tidak Akan Akui Hasil Pemilu Suriah kecuali PBB Terlibat

Washington, MINA – Amerika Serikat (AS) telah memperingatkan Presiden Suriah Bashar Assad bahwa pemerintahan Joe Biden tidak akan mengakui hasil pemilihan presiden negara itu, kecuali pemungutan suara dilakukan secara bebas, adil, diawasi oleh PBB dan mewakili semua masyarakat Suriah.

Wakil Duta Besar AS untuk PBB Jeffrey DeLaurentis mengatakan, “jelas bahwa rezim akan memanfaatkan pemilihan presiden yang akan datang pada bulan Mei untuk secara tidak adil mengklaim legitimasi Assad.”

Dia berbicara pada acara peringatan 10 tahun konflik di Suriah yang diselenggarakan oleh Koalisi Nasional Suriah, yang mewakili kelompok-kelompok penentang Assad, Nahar Net melaporkan.

Pada bulan Oktober, Amerika Serikat dan beberapa sekutu Barat-nya menuduh pemerintah Suriah sengaja menunda penyusunan konstitusi baru, yang bertujuan mengulur waktu hingga pemilihan presiden pada 2021 dan menghindari pemungutan suara yang diawasi oleh PBB seperti yang diminta oleh Dewan Keamanan PBB.

Resolusi Dewan 2254 yang diadopsi dengan suara bulat pada bulan Desember 2015, mengesahkan peta jalan menuju perdamaian di Suriah yang disetujui di Jenewa pada tanggal 30 Juni 2012, oleh perwakilan dari PBB, Liga Arab, Uni Eropa, Turki dan kelima anggota tetap Dewan Keamanan, yakni AS, Rusia, Cina, Prancis, dan Inggris.

Ini menyerukan proses politik yang dipimpin Suriah dimulai dengan pembentukan badan pemerintahan transisi, diikuti dengan penyusunan konstitusi baru dan diakhiri dengan pemilihan yang diawasi oleh PBB.

Resolusi tersebut mengatakan pemilu harus memenuhi “standar internasional tertinggi” dalam hal transparansi dan akuntabilitas, dengan semua warga Suriah – termasuk anggota diaspora – memenuhi syarat untuk berpartisipasi. (T/RI-1/P2)

 

Mi’raj News Agency (MINA)

Comments are closed.