AS Tolak Rencana Kurdistan Merdeka dari Irak

Peta wilayah Kurdistan yang memotong perbatasan antara Irak, Iran, Suriah dan Turki. (Gambar: Mapsofworld.com)
Peta wilayah Kurdistan yang memotong perbatasan antara Irak, Iran, Suriah dan Turki. (Gambar: Mapsofworld.com)

Washington, 18 Jumadil Akhir 1437/27 Maret 2016 (MINA) – Juru bicara Departemen Luar Negeri Amerika Serikat (AS) mengatakan, Washington akan terus mendukung Irak bersatu dan menolak rencana wilayah Kurdistan memerdekakan diri dari Irak.

Sebelumnya, presiden wilayah Kurdistan di Irak utara, Masoud Barzani mengatakan, setelah referendum pada Oktober tahun ini, wilayahnya sudah tentu akan merdeka.

Selain itu, Barzani mengatakan, dia berharap AS akan mendukung itu, terlepas dari penentangan Washington di masa lalu.

“Tidak ada yang bisa memainkan peran besar seperti peran yang dimainkan AS, jika mereka ingin memainkan peran itu. Jaminan keamanan AS sangat penting untuk kelangsungan hidup suku Kurdi, dan kami akan berterima kasih jika mereka tidak menentang kemerdekaan,” kata Barzani dalam wawancara dengan Al Monitor pada 22 Maret lalu.

Namun, Departemen Luar Negeri AS mengatakan mereka menentangnya.

“Sekali lagi, kami mendukung wilayah Kurdi sebagai bagian dari Irak. Kami mendukung upaya, tentu upaya besar, untuk melawan Daesh dan ISIL,” kata juru bicara Mark Toner.

Berbicara kepada ARA News yang dikutip Mi’raj Islamic News Agency (MINA), mantan konsul Turki di Erbil, Aydin Selcen mengatakan, langkah Barzani menuju referendum kemerdekaan terkait dengan pemilihan presiden di Amerika Serikat yang dijadwalkan pada 8 November tahun ini. (T/P001/P2)

Mi’raj Islamic News Agency (MINA)

http://aranews.net/2016/03/us-government-keeps-opposing-kurdish-independence/