Bekasi, MINA – Organisasi kepalestinaan Aqsa Working Group (AWG) mengecam keras keputusan Amerika Serikat (AS) yang menolak pemberian visa kepada Presiden Palestina Mahmoud Abbas dan pejabat Otoritas Palestina (PA) menjelang Sidang Umum PBB di New York bulan September mendatang.
Dalam pernyataan sikap resmi Ahad (31/8), Ketua Presidium AWG Muhammad Anshorullah menilai kebijakan AS tersebut sebagai bentuk arogansi politik dan standar ganda yang berupaya membungkam suara Palestina di forum internasional.
“Keputusan ini merupakan langkah diskriminatif dan penindasan baru terhadap perjuangan bangsa Palestina. Dengan dalih keamanan nasional, AS sesungguhnya sedang berupaya membungkam suara Palestina yang ingin memperjuangkan kemerdekaan dan menuntut hak-haknya yang sah di hadapan dunia,” tegas Anshorullah.
AWG juga menilai penolakan visa ini menjadi bukti nyata bahwa AS tidak memiliki komitmen terhadap perdamaian sebagaimana ratusan negara anggota PBB lainnya. Kebijakan tersebut dipandang sebagai bagian dari penentangan terhadap Two State Solution yang diusulkan oleh mayoritas negara anggota PBB dalam Deklarasi New York.
Baca Juga: Tabligh Akbar Lampung: Imaam Yakhsyallah Tegaskan Persatuan Umat Kunci Kemenangan
Lebih lanjut, AWG menegaskan bahwa sikap Amerika menunjukkan posisinya sebagai kontributor utama praktik kolonialisme Zionis Israel.
“Rezim Amerika tidak tertarik pada upaya-upaya perdamaian hakiki di Palestina, melainkan hanya tertarik membela Zionis Israel, meski itu merugikan citra negerinya sendiri di mata dunia internasional,” tambahnya.
AWG menekankan bahwa langkah AS ini tidak akan mampu menghentikan gelombang perlawanan rakyat Palestina. Justru sebaliknya, kebijakan tersebut semakin memperlihatkan wajah asli Amerika sebagai pelindung utama penjajah Zionis Israel sekaligus musuh nyata bagi kemerdekaan Palestina.
Selain itu, AWG kembali menyerukan pentingnya reformasi terhadap hak veto di Dewan Keamanan PBB, karena dianggap tidak mencerminkan prinsip keadilan. Amerika disebut menjadi anggota tetap yang paling sering menggunakan hak veto untuk melindungi kepentingan Israel.
Baca Juga: KH Abul Hidayat: Perpecahan Umat Lebih Berbahaya dari Bencana Alam
Di akhir pernyataannya, AWG mengajak seluruh umat Islam, bangsa Indonesia, dan komunitas internasional yang mencintai keadilan untuk terus berdiri bersama rakyat Palestina.[]
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: Persatuan Umat dan Hidup Berjama’ah Adalah Ibadah yang Berkelanjutan