Asops. Panglima TNI di Papua: Prajurit TNI Jangan Mudah Terprovokasi

Wamena, MINA – Asisten Operasi (Asops) Panglima TNI Mayjen TNI Ganip Warsito meminta Prajurit TNI dari Batalyon Infanteri (Yonif) Para Raider 501/Bajra Yudha atau yang lebih dikenal dengan tentara langit untuk tidak mudah terprovokasi saat menjalankan tugasnya.

Hal itu disampaikan Ganip dalam arahannya  pada pasukan itu yang baru tiba di Hanggar Helly Baseops, Lanud Silas Papare Jayapura, Papua, Selasa (3/9) waktu setempat.

Ia menyatakan, Prajurit TNI Yonif Para Raider 501/Bajra Yudha yang akan membantu Kodam untuk pengamanan di Jayapura dan Wamena, dituntut profesional dan tidak mudah terpancing dengan segala provokasi.

Ia menyampaikan, Pimpinan TNI sangat bangga kepada seluruh prajurit TNI, karena dalam waktu singkat dapat dengan cepat digerakkan menuju Papua dan melaksanakan tugas pengamanan dengan sangat baik, sehingga dengan cepat dapat mengembalikan situasi di Papua menjadi kondusif kembali.

“Saya sangat bangga kepada Batalyon Infanteri Para Raider 501/Bajra Yudha karena profesionalitasmu, didadak dalam waktu satu setengah jam sudah siap menuju daerah operasi sehingga video kalian viral di mana-mana,” katanya.

Menurut Ganip, sebagai prajurit profesional dan berada di daerah operasi tidak ada yang aman. Untuk itu, terus tingkatkan kewaspadaan ,itu kuncinya. “Laksanakan tugas dengan baik, lancar dan aman serta utamakan faktor keamanan diri,” tegasnya.

Ia menambahkan, besok pagi para prajurit Yonif Para Raider 501/Bajra Yudha akan melaksanakan terjun dari langit Papua. Untuk itu, tunjukkan kemampuan dan yakinkan kepada masyarakat di sini bahwa TNI adalah prajurit profesional.

“Dengan kedatangan tentara langit tidak membuat takut masyarakat, namun memberikan rasa aman kepada masyarakat Papua, khususnya Jayapura dan Wamena,” katanya. (L/R06/P1)

Mi’raj News Agency (MINA)