Asosiasi Jurnalis Internasional Desak Ungkap Kejahatan Israel

Gaza, 26 Rajab 1437/4 Mei 2016 (MINA) – Asosiasi Jurnalis Internasional dan beberapa organisasi HAM internasional mengajak untuk mengungkap berbagai tindakan kejahatan yang telah dilakukan oleh Israel terhadap para wartawan Palestina.

Asosiasi menjelaskan bahwa jumlah wartawan yang ditangkap oleh pasukan militer Otoritas Pendudukan Israel hingga saat ini mencapai lebih dari 20 wartawan setelah penangkapan terakhir yang menargetkan Umar Nazal, seorang wartawan Palestina.

Mereka juga menuntut dalam pernyataan resminya yang dirilis bertepatan dengan Hari Kebebasan Pers Internasional, agar para wartawan tersebut dibebaskan sesegera mungkin, demikian laporan Koresponden Mi’raj Islamic News Agency (MINA) di Gaza, Rabu.

Mereka mengungkapkan betapa peran para watawan Palestina dalam mengabarkan permasalahan Palestina sangatlah penting dengan pengorbanan yang diberikan sangatlah nyata.

PBB telah menetapkan sejak 1993 lalu, Hari Kebebasan Pers Internasional yang jatuh pada 3 Mei sebagai penerapan hasil konferensi UNESCO yang diselenggarakan pada 1991 di Windhoek.

Sementara itu, Pemerintah Palestina juga menyerukan agar dikumpulkan berbagai pelanggaran Israel terhadap para jurnalis, sipil, dan anak anak Palestina untuk kemudian diserahkan ke Pengadilan Internasional setelah bergabungnya Palestina pada badan tersebut 2014 lalu.

Dalam laporan pemantauan, Pusat Palestina untuk Pembangunan dan Kebebasan Media (MADA) menyatakan bahwa sejumlah 599 pelanggaran terhadap kebebasan media di Tepi Barat dan Gaza, termasuk Al-Quds, tercatat dalam satu tahun terakhir dari 2015, dengan peningkatan rata-rata 16% dari apa yang tercatat pada tahun sebelumnya 2014 lalu.

Sejak awal Mei 2015, seorang wartawan tewas di Jalur Gaza, sementara tentara Israel menewaskan dua awak media di Tepi Barat, kata laporan itu.

Empat bulan pertama 2016 tidak menyaksikan catatan positif baru pada tingkat kebebasan media di Palestina. 101 dari serangan Israel terhadap kebebasan media tercatat sejak awal 2014.(L/K02/R05)

Mi’raj Islamic News Agency (MINA)