AASI : ASURANSI SYARIAH INDONESIA MASUKI TREND POSITIF

Jakarta, 28 Syawwal 1436/13 Agustus 2015 (MINA) – Pertumbuhan dan kenaikan yang signifikan pada aset perasuransian syariah menandakan asuransi syariah Indonesia sedang dalam tren positif.

Ketua Asosiasi Asuransi Syariah Indonesia (AASI) Adi Pramana, mengatakan, berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), tercatat pertumbuhan asset total perasuransian syariah hingga Juni 2015 sebesar 24,06 %.

Penempatan dana investasi yang dikelola perasuransian syariah pun mengalamin kenaikan sebesar 27,59%. Sedangkan kontribusi (premi syariah) naik sebesar 15,59% dibandingkan periode yang sama pada tahun 2014 lalu.

“Di tengah kondisi ekonomi yang mengalami goncangan, Alhamdulillah, patut kita syukuri bahwa asuransi syariah di Indonesia tetap menunjukkan pertumbuhan yang menjanjikan. Diyakini hingga akhir tahun, kontribusi asuransi syariah bisa mencatatkan kenaikan hingga 25%,” kata Adi saat Halal bi Halal AASI di Ballroom Hotel All Season, Jakarta, Rabu (13/8) sore.

Adi mengatakan, pertumbuhan kontribusi tersebut ditopang hasil yang baik di asuransi jiwa syariah dengan kenaikan sebesar 15,76% dan pertumbuhan asuransi umum syariah sebesar 7,71% dan reasuransi syariah sebesar 54,47%.

“Khusus untuk asuransi umum syariah di triwulan 2 ini sudah menuju trend positif setelah sebelumnya masih mencatat penurunan pendapatan,” ujar Adi dihadapan sekitar 200 pengurus dan anggota AASI.

Selain kenaikan, lanjut Adi, potensi dan pasar yang masih sangat menjanjikan pun turut menarik minat pemilik modal untuk masuk ke pasar asuransi syariah. Hal ini ditandai dengan bertambahnya pemain di industri asuransi syariah.

Hingga saat ini, Asosiasi Asuransi Syariah Indonesia disingkat AASI yang didirikan di Jakarta pada 14 Agustus 2003 itu sudah beranggotakan 56 perusahaan. Terdiri dari tiga perusahaan asuransi jiwa syariah, tiga perusahaan asuransi umum syariah, 18 unit syariah perusahaan asuransi jiwa, 23 unit syariah perusahaan asuransi umum, tiga unit syariah perusahaan reasuransi dan lima perusahaan pialan (re)asuransi serta satu perusahaan penjamin syariah.(L/P010/R05-P2)

 

Mi’raj Islamic News Agency (MINA)

Comments: 0