Atasi Persoalan Palestina, Said Aqil Bicara Persatuan Negara-negara Arab

Jakarta, MINA – Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Kiai Said Aqil Siradj mengatakan bahwa permasalahan di Palestina bisa selesai jika negara-negara di dunia Arab bersatu padu merekatkan hubungan mereka.

Hal itu disampaikannya usai menerima kunjungan tertutup Menteri Luar Negeri (Menlu) RI Retno LP Marsudi di Gedung Pusat PBNU, Jalan Kramat Raya, Jakarta Pusat, Selasa (11/2) dalam rangka bertukar pandangan mengenai isu-isu keumatan, termasuk Palestina.

“Yang paling pokok, yang paling utama, dan yang paling mendasar adalah negara-negara Arab bersatu dulu. Senjata paling ampuh bukan embargo minyak, bukan senjata nuklir, bukan itu. Senjata paling ampuh adalah kesatuan, persatuan negara Arab,” kata Kiai Said.

Menurut dia, selama negara Arab masih tidak bersatu, maka sulit mengatasi problem Timur Tengah itu, utama persoalan Palestina yang selalu mendapatkan kezaliman dan penindasan dari agresi militer Israel.

“Tapi bagaimana pun, kita tidak pernah mundur, tidak pernah berhenti memperjuangkan keadilan, menyuarakan hak asasi kehidupan warga Palestina di tanah airnya, di tempat kelahirannya, yang selalu mendapatkan kezaliman, penindasan dari agresi Israel,” kata Kiai Said.

Ia mengapresiasi pencapaian Menlu RI di mana RI sekarang bertindak sebagai anggota Dewan Keamanan (DK) PBB, yang terus menerus tidak berhenti, tidak pernah jenuh, tidak pernah surut membela hak warga Palestina.

“Ini merupakan amanat dari negara dan agama juga bahwa haknya orang Palestina harus kita bela, harus kita perjuangkan,” tegasnya.

Pada pertemuan itu, Menlu Retno LP Marsudi menegaskan bahwa pemerintah Indonesia konsisten mendukung perjuangan kemerdekaan Palestina, yang saat ini masih terus mendapat tekanan dari Israel.

“Indonesia terus konsisten untuk menyuarakan, mendukung, perjuangan bangsa Palestina,” kata Retno kepada awak media usai pertemuan yang tertutup dari media itu.

Ia mengaku mendapat banyak masukan dari teman-teman di PBNU yang intinya adalah menyampaikan dukungan terus bersama pemerintah menyuarakan keadilan untuk Palestina. Tetapi perjuangan bangsa Indonesia itu tidak bisa hanya dilakukan sendirian.

“Kita biasanya cukup rutin melakukan silaturahim untuk membahas isu-isu kepentingan umat. Dalam kesempatan kali ini, kita berbicara dua hal, namun saya ingin fokus pada hal yang terkait dengan Palestina,” kata Retno. (L/R2/P1)

Mi’raj News Agency (MINA)