AWG Desak Israel Buka Al-Aqsha Tanpa Syarat

Jamaah Muslim Palestina terpaksa melaksanakan shalat dzuhur berjamaah di luar gerbang Masjid Al-Aqsha.(Foto: Syehab)

 

Jakarta, MINA – Al-Aqsa Working Group (AWG), lembaga kemanusiaan untuk Palestina, organisasi dalam lingkungan Jama’ah Muslimin (Hizbullah), mendesak otoritas pendudukan Israel membuka kembali Masjid Al-Aqsha sepenuhnya bagi semua jamaah Muslim tanpa batasan dan syarat apapun.

Sekretaris Jenderal (Sekjen) AWG, Nur Ikhwan Abadi menegaskan sebagaimana Resolusi UNESCO yang baru-baru ini diadopsi menegaskan seluruh Al-Aqsha dan Kota Al-Quds adalah situs suci Islam, yang didedikasikan untuk tempat ibadah dan merupakan bagian tak terpisahkan dari Situs Warisan Budaya Dunia.

Untuk itu, tindakan Otoritas keamanan Israel yang mendirikan pos pemeriksaan di dalam kompleks Masjid Al-Aqsha yang dilengkapi kamera pengawas dan pintu pendeteksi logam merupakan tindakan di luar batas.

“Kami mendesak agar entitas Zionis (Israel) segera hengkang dari Al-Aqsha. Kami juga mendesak agar ekstrimis yahudi menghentikan semua tindakan dan serangan yang menodai kesucian Masjid Al-Aqsha,” kata Nur Ikhwan di Jakarta kepada Mi’raj Islamic News Agency (MINA), Selasa (18/07/2017).

Nur Ikhwan juga mengatakan, fihaknya menyerukan kepada umat Islam di seluruh dunia untuk menyatukan sikap dan menggelar aksi bersama dalam perjuangan menyelamatkan Masjid Al-Aqsha.

“Bagi seluruh Muslimin untuk menyatukan kekuatan dan menggalang dana bersama dalam upaya mengembalikan kembali hak umat Islam atas Al-Aqsha. Penting bagi umat Islam melaksanakan jihad baik dengan harta dan jiwa dalam hal ini,” ujarnya.

Nur Ikhwan menyatakan AWG terus mengikuti dengan penuh keprihatinan isu penutupan Masjid Al-Aqsha oleh otoritas pendudukan Israel, dan secara tepat mengutuk sekerasnya berbagai pelanggaran terhadap hak-hak Muslim untuk beribadah di salah satu situs bersejarah Islam yang paling dihormati tersebut.

Untuk itu, lanjut dia, AWG mengajak semua elemen dan masyarakat Muslim Indonesia ikut peduli terhadap urusan umat Islam dunia khususnya atas penodaan Al-Aqsha ini dengan melakukan aksi nyata berupa dukungan moril dan doa.

“Kami juga mengajak masyarakat Muslim Indonesia memberikan dukungan melalui media sosial dengan membagikan berita terkini dan informasi terkait Al-Aqsha dari AWG atau lembaga peduli Palestina lainnya dengan memasang tagar #AlAqshadalambahaya #SelamatkanAlAqsha #AlAqshaMilikMuslimin,” imbuhnya.

Selain itu, Nur Ikhwan menyatakan, AWG mendorong pemerintah untuk ikut aktif dan sangat perhatian dalam kejadian ini denan melakukan aksi nyata dan mengeluarkan pernyataan sikap untuk menyelamatkan Al-Aqsha sebagai komitmen pemerintah mendukung penuh Palestina.

“Tentunya sebagai negara dengan mayoritas penduduk Muslim terbesar di dunia harus bicara. Bahkan Komite HAM OKI pun menyerukan semua negara anggota OKI untuk meluncurkan sebuah aksi bersama guna melindungi Masjid Al-Aqsha. Indonesia sebagai salah satu negara dengan jumlah penduduk Muslim terbesar di dunia harus punya perhatian soal ini,” tegasnya.

Penutupan Al-Aqsha terjadi setelah baku tembak terjadi di Masjid Al-Aqsha Jumat pagi (14/07/2017) yang menyebabkan kematian tiga orang Palestina dari Umm Al-Fahm. Kepolisian Israel mengumumkan, tiga warga Palestina tersebut diidentifikasi bernama Mohammed Ahmad Jabarin (29), Mohammad Hamed Jabarin (19), dan Mohammad Ahmad Jabarin (19), dari kota Arab Umm Al-Fahm di utara wilayah jajahan Israel.

Bentrokan tersebut juga mengakibatkan dua tentara tewas dan dua lainnya luka-luka. Otoritas pendudukan Israel kemudian menutup Masjid Al-Aqsha dan melarang shalat Jumat di sana untuk pertama kalinya sejak 1969.

Masjid Al-Aqsha di Kota Al-Quds Al-Haram As-Sharif (Yerusalem) Palestina adalah kiblat pertama umat Islam, tempat ziarah yang sangat dianjurkan oleh Rasulullah. Ayat Al-Quran, hadis, dan sumber lainnya menegaskan Al-Aqsha dan Kota Al-Quds memiliki kedudukan yang sangat tinggi dalam Islam. (T/R01/P2)

Mi’raj Islamic News Agency (MINA)