Jakarta, MINA – Organisasi pergerakan Aqsa Working group (AWG) mendesak agar Presiden Indonesia Prabowo Subianto menarik diri dari Dewan Perdamaian (Board of Peace/BoP) yang dibentuk oleh Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump.
“Kami menekankan agar negara-negara mayoritas Islam, termasuk Indonesia untuk mundur dari dewan tersebut. Bapak Presiden Prabowo harus menarik diri dari Dewan Perdamaian ala Trump,” tegas Ketua Presidium AWG Muhammad Anshorullah dalam Aksi Jumat untuk Palestina edisi 37 di depan Kedutaan Besar AS, Jakarta, Jumat (23/1).
Menurut Anshorullah, pembentukan Dewan Perdamaian adalah bagian dari upaya melanjutkan penjajahan di Palestina dan penistaan Masjid Al Aqsa.
“In adalah nafsu oligarki global untuk memperluas hegemoni zionis di timur Tengah. Mereka ingin kekuasaan mereka di tanah Palestina semakin kuat, Masjid Al Aqsa semakin dinistakan dan warga Palestina keluar dari tanah airnya sendiri,” ujarnya.
Baca Juga: Anies Baswedan Desak Indonesia Keluar dari BoP Bentukan Trump
AWG dengan tegas menyatakan penolakannya terhadap Dewan Perdamaian yang digadang-gadang oleh Trump akan menjadi lembaga paling berpengaruh di dunia.
Sejumlah negara seperti Prancis, Swedia, dan Norwegia telah menolak terlibat dalam dewan tersebut. Sebaliknya, belasan negara mayoritas Musim seperti Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Mesir, Yordania termasuk Indonesia menyambut baik dan bersedia bergabung dalam Dewan Perdamaian ala Trump.
Aksi Jumat untuk Palestina edisi 37 yang diinisiasi oleh AWG itu mengusung tema “Tolak Dewan Perdamaian Gaza. Hands Off Gaza, Hands Off Palestine, Hands Off Al Aqsa!”.
Meski diguyur hujan, dari pantauan MINA aksi tersebut masih tetap berlangsung.[]
Baca Juga: Harga Jual Emas Hari Ini, Jumat 6 Maret 2026
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: [Bedah Berita MINA] Serangan Gabungan AS–Israel ke Iran, Apa Dampaknya?
















Mina Indonesia
Mina Arabic