AWG Gelar Webinar Bahas Gerakan Boikot Global untuk Lawan Israel

Gerakan boikot yang diyakini mempunyai kaitan atau mendukung Zionis Israel dan militernya dalam agresi ke Gaza.(Foto: Dok. MINA)

Bogor, MINA – Aqsa Working Group (AWG) menggelar webinar mengambil tema “Gerakan Boikot Global, Strategi Melawan Penjajah Zionis Israel”, Senin (27/5).

Dalam webinar ini, AWG menghadirkan lima pembicara yaitu, Pembina AWG Agus Sudarmadji, Wakil Sekretaris Jenderal MUI Ikhsan Abdullah, Ketua BDS Indonesia Muhammad Syauqi Hafiz, serta Aktivis Gerakan Boikot Global Yaman Hani Yahya dan Sharine Nafie.

“Aqsa Working Group mendapat banyak pertanyaan dan masukan dari masyarakat tentang apa yang harus kita perbuat, khususnya untuk gerakan boikot ini.  Untuk itu, kita perlu mengetahui seperti apa sebenarnya boikot ini terjadi dan bagaimana bisa berjalan dengan baik. Karena kita tidak mau asal boikot produk,” ujar Ketua Presidium AWG Nur Ikhwan Abadi dalam sambutannya.

Baca Juga:  BRIN Jadi Tuan Rumah Pertemuan Antarpemerintah Se-Asia Pasifik

Dia berharap webinar ini dapat membuka pikiran masyarakat terhadap kekuatan kolektif gerakan boikot global dalam melawan ketidakadilan dan penjajahan Zionis Israel terhadap rakyat Palestina.

“Mudah-mudahan acara ini bermanfaat untuk kita semua, sehingga bisa terus menjadi aksi kita mendukung saudara-saudara kita di Palestina,” tambahnya.

Konsumen global, terutama di negara dengan mayoritas Muslim memulai aksi boikot terhadap produk-produk yang diyakini punya kaitan atau mendukung Israel dan militernya dalam serangan ke Gaza sejak 7 Oktober 2023 yang telah mengakibatkan sekitar 35 ribu warga sipil meninggal.

Dampak boikot ini dialami sejumlah jaringan merek global seperti Starbucks, McDonald’s,  Kentucky Fried Chicken (KFC) dan merek global lainnya seperti Unilever. Boikot menyebabkan kelesuan penjualan hingga terpangkasnya keuntungan dan penutupan sementara gerai-gerai mereka. []

Baca Juga:  Masjid Agung Al-Azhar Jakarta Gelar Shalat Idul Adha Ahad 16 Juni

 

Mi’raj News Agency (MINA)

Wartawan: sri astuti

Editor: Rana Setiawan