AWG Kutuk Kejahatan Israel Larang Adzan dan Iftar di Al-Aqsa

Cileungsi, MINA – Lembaga Kemanusiaan Kepalestinaan, Aqsa Working Group (AWG) mengutuk kejahatan tentara Israel melakukan pelarangan adzan dan berbuka puasa (Iftar) bersama di kompleks Masjid Al-Aqsa, Kota Al-Quds (Yerusalem), Palestina.

“Kami mengutuk dengan keras aksi biadab Zionis (Israel) di bulan penuh berkah dan rahmat ini di Kompleks Masjid Al-Aqsa yang paling disucikan dan dihormati ketiga (dlam Islam) di dunia. Selain melanggar hak asasi manusia dalam menjalankan ibadahnya, melanggar status quo Al-Aqsa sesuai hukum internasional, Zionis Israel juga memprovokasi umat Islam sedunia,” ujar Ketua Presidium AWG, M Anshorullah dalam pernyataan tertulisnya pada Jumat (16/4).

“Aksi Zionis Israel ini semakin membuktikan diri mereka sebagai entitas immoral, apartheid, dan rasis. Mereka hanya mempedulikan, menghargai, menghormati diri sendiri; ras Yahudi. Bagi mereka, selain Yahudi adalah orang-orang yang perlu diperhatikan hanya sebatas pelayan mereka. Oleh karena itu, sudah sewajarnya umat manusia yang menjunjung hak asasi manusia untuk berdiri menentang entitas rasis apartheid itu sekaligus mendukung pembebasan Al-Aqsa dan kemerdekaan Palestina,” katanya.

Anshor menyeru para pemimpin dunia untuk melakukan upaya nyata dalam melindungi kompleks Masjid Al-Aqsa, menekan Israel yang setiap hari mencederai kawasan ini, melanggar kesucian dan status hukum Masjid Al Aqsa.

Ia juga menyerukan kepada para Imam Shalat Tarawih, agar memanjatkan doa qunut di setiap rakaat terakhir shalat witir dalam setiap shalat tarawih berjamaah untuk keselamatan Al-Aqsa, rakyat Palestina khususnya, dan umat Islam tertindas lainnya. Seruan ini juga disampaikan kepada kaum muslimin yang melaksanakan shalat tarawih secara sendiri-sendiri.

Terakhir ia menyerukan jepada kaum muslimin dan seluruh elemen masyarakat yang peduli pada nilai-nilai kemanusiaan untuk memenuhi timeline media sosialnya dengan seruan “Bebaskan Al Aqsa, Bela Palestina. Allahu Akbar! #AlAqsaHaqquna – #FreePalestine – #IsraelApartheid”. (R/R7/R1)

 

Mi’raj News Agency (MINA)