AWG Siap Membantu Pembangunan Rumah Sakit Indonesia di Hebron

Direktur Timur Tengah Kementerian Luar Negeri RI Bagus Hendraning Kobarsih (tengah) bersama Ketua Presidium AWG M Anshorullah (paling kiri) dan Anggota Presidium AWG Rustam Effendy (paling kanan).(Foto: Istimewa)

Jakarta, MINA – Presidium Aqsa Working Group (AWG) dipimpin Ketua-nya, M. Anshorullah, bertemu dengan Direktur Timur Tengah Kementerian Luar Negeri RI Bagus Hendraning Kobarsih, di Jakarta, Rabu (21/4).

Anshorullah mengatakan, AWG didirikan untuk aktif membantu perjuangan Palestina.

Untuk ini ia juga mengatakan, AWG siap membantu mewujudkan pembangunan Rumah Sakit Indonesia di Hebron yang digagas Majlis Ulama Indonesia (MUI), dengan mengerahkan sukarelawan-sukarelawan berpengalaman.

Juga hadir Anggota Presidium AWG Rustam Effendy.

M Anshorullah mengatakan, AWG sebagai lembaga kemanusiaan kepalestinaan akan terus mengupayakan bantuan untuk perjuangan rakyat Palestina.

Dia juga mengharapkan pemerintah Indonesia untuk terus mendukung perjuangan kemerdekaan Palestina dengan ibu kota di Yerusalem Timur melalui berbagai forum multilateral.

“Di sisi lain, negara-negara OKI harus tetap solid dalam menggalang kerja sama dalam mendukung kemerdekaan Palestina, sementara Palestina harus menghentikan konflik internalnya,” ujar Anshorullah.

Kepada Hendraning, dia juga menyatakan kesiapan AWG untuk membantu mewujudkan pembangunan Rumah Sakit Indonesia di Hebron yang digagas Majelis Ulama Indonesia (MUI).

“Insya Allah, kita siap berkontribusi dan mengerahkan relawan yang berpengalaman untuk menyelesaikan pembangunan tersebut,” katanya.

Dalam kesempatan itu AWG menyampaikan terima kasih kepada Direktur Timur Tengah Kemlu  RI partisipasinya sebagai salah satu narasumber dalam Webinar Internasional dan Milad AWG ke-13, pada 3 April 2021 lalu.

Hendraning juga menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan webinar internasional bertemakan solidaritas Palestina itu.

Dia berharap AWG dapat menjadi mitra bersama pemerintah untuk terus membantu perjuangan rakyat Palestina.(L/R1/P1)

 

Mi’raj News Agency (MINA)