AWG: Umat Harus Miliki Kepedulian Terhadap Palestina dan Masjid Al-Aqsa

Ketua Bidang Humas Aqsa Working Group (AWG) Ustaz Angga Aminuddin saat orasi pembelaan terhadap Masjid Al-Aqsa dan Palestina.(Foto: MINA)

Bogor, MINA – Ketua Bidang Humas Aqsa Working Group (AWG) Ustaz Angga Aminuddin mengajak umat Islam memiliki lebih terhadap Masjid Al-Aqsa dan , di tengah kondisi paling sulit dialami warga Palestina di Gaza dan upaya pembatasan akses masuk ke Masjid Al-Aqsa selama Ramadhan ini.

Demikian disampaikan Angga saat tausiyah bertema ‘Menguatkan Pembelaan Kepada Muslim Palestina dan Pembebasan Masjidil Al-Aqsa, di Masjid Darul Hijrah, Pasirangin, Cileungsi, Jawa Barat, Ahad (24/3) pagi.

“Sebagai bukti kecintaan terhadap Masjid Al-Aqsa dan bumi Palestina, kita wujudkan kepedulian dengan menegakkan amar makruf nahi mungkar,” ujarnya.

Angga juga mengatakan, saat ini umat Islam dan masyarakat internasional menaruh perhatian yang tinggi soal kondisi Palestina dan Masjid Al-Aqsa.

Lebih jauh dikatakan dalam Al-Qur’an Surat Al-Baqarah ayat 183 tentang kewajiban berpuasa, ada tiga poin, pertama amanu iman (totalitas keimanan seorang), kedua syiam atau puasa, ketiga muttaqqin bertaqwa bahwasanya orang beriman untuk meraih ketakwaannya.

“Dengan berpuasa, salah satu cara orang beriman meraih ketakwaan bentuk Amar ma’ruf nahi mungkar kepada saudara-saudara kita di Palestina kondisinya memperihatinkan,” ujarnya.

Kondisi Palestina sangat memperhatinkan, apakah yang sudah kita membantu untuk mereka? jika sudah, apalagi banyak bantuan kemanusiaan yang datang dari berbagai negara tidak dapat masuk ke Jalur Gaza karena otoritas pendudukan Israel memberlakukan pembatasan bantuan yang masuk.

Ustad Angga mengajak para jamaah terus membantu saudara-saudara yang ada di Gaza Palestina.

Dia menambahkan, saat ini kita dapat menjalankan ibadah puasa dengan tenang namun sementara bangsa Palestina tidak, kondisi mereka sangat memperihatinkan.

“Ramadhan tahun ini diperkirakan lebih penuh kekerasan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya mengingat gencarnya pemboman rezim Zionis terus dilakukan di Gaza Palestina,” ungkapnya.

Serangan Israel terhadap warga Palestina sejak 7 Oktober menunjukkan terjadinya genosida atau tindakan pemusnahan suatu kelompok.

Aksi genosida yang didukung Amerika Serikat dimulai setelah gerakan perlawanan Palestina dipimpin Hamas melancarkan Operasi Badai Al-Aqsa pada 7 Oktober 2023 melawan entitas Zionis Israel yang perampas tanah Palestina sebagai pembalasan atas kekejaman yang semakin intensif.

Sejak awal Oktober, rezim Israel tersebut telah membunuh hampir 32.000 warga Palestina dan melukai lebih dari 74.000 lainnya di Gaza.

Israel juga telah membunuh sedikitnya 440 warga Palestina dan melukai sekitar 4.700 lainnya di Tepi Barat yang diduduki. (L/Farhan/R4/R1)

 

Mi’raj News Agency (MINA)