Azerbaijan Ajukan Pertemuan dengan Armenia Bahas Penetapan Garis Perbatasan

Baku, MINA – Azerbaijan mengajukan dimulainya negosiasi bilateral dengan Armenia untuk menetapkan perbatasan bersama mereka. Azerbaijan berharap pertemuan tersebut bisa menelurkan poin-poin positif untuk kedua negara, kata menteri luar negeri negara itu Jeyhun Bayramov pada Rabu (30/6).

“Kami mengusulkan untuk memulai pembicaraan bilateral tentang penetapan garis perbatasan dengan Armenia. Azerbaijan mengharapkan tanggapan positif dari Armenia,” kata Bayramov saat berbicara di Dewan Menteri Luar Negeri Organisasi Kerja Sama Ekonomi Laut Hitam (BSEC).

Setelah memulihkan integritas teritorialnya usai membebaskan wilayah Karabakh dari pendudukan Armenia tahun lalu, Baku bertekad untuk menormalkan hubungan dengan Yerevan atas dasar menghormati kedaulatan, integritas teritorial, dan perbatasan yang diakui secara internasional yang tidak dapat diganggu gugat, ujar Bayramov pada konferensi video.

Dia mengatakan tidak ada alternatif selain membangun hubungan bertetangga yang baik dengan Armenia untuk menjaga perdamaian dan stabilitas jangka panjang di kawasan itu.

Bayramov menambahkan bahwa Azerbaijan telah selesai membangun infrastruktur kontrol perbatasan di sepanjang perbatasannya dengan Armenia setelah konflik 44 hari di mana negara itu mendapatkan kembali perbatasan negaranya setelah hampir 30 tahun diduduki.

Retorika anti-Azerbaijan di Armenia telah menimbulkan kekhawatiran serius di Baku, kata Bayramov, menambahkan bahwa retorika semacam itu, yang menyatukan pemerintah dan oposisi Armenia, mengancam proses normalisasi yang sudah rapuh antara kedua negara.​​​​​

Pada 1991, militer Armenia menduduki Nagorno-Karabakh yang diakui secara internasional sebagai wilayah Azerbaijan, dan tujuh wilayah yang berdekatan lainnya.

Pada 27 September 2020, tentara Armenia melancarkan serangan terhadap warga sipil dan pasukan Azerbaijan dan melanggar beberapa perjanjian gencatan senjata kemanusiaan.

Selama konflik 44 hari berikutnya yang berakhir di bawah kesepakatan yang ditandatangani pada 10 November, Azerbaijan membebaskan beberapa kota dan hampir 300 pemukiman dan desa dari pendudukan Armenia. (T/R2/P2)

Mi’raj News Agency (MINA)