Baca Kitab Suci Bersama Tingkatkan Toleransi Antar Ummat Beragama

Banda Aceh, MINA – Ratusan pemuda di kota Banda Aceh mengikuti baca kitab suci Al-Quran, di kampus Universitas Serambi Mekkah, Banda Aceh. Program ini merupakan rangkaian kegiatan kirab pemuda tahun 2018, yang dimulai sejak 5 September lalu.

Muhammad Syakir Ramdoni, ketua panitia nasional pemuda membaca kitab suci mengatakan, program membaca kitab suci seluruh indonesia merupakan bentuk toleransi dan kerukunan antar ummat beragama di Indonesia.

Sebagai negara agamis, ada 6 agama yang diakui pemerintah Indonesia saat ini, yakni Agama Islam, Kristen Protestan, Katolik, Hindu, Buddha dan Kong Hu Cu. Keenam agama ini tentu hidup berdampingan dan saling menghargai, melalui program ini rasa toleransi tentu menjadi semakin kuat.

Namun berbeda dengan daerah lain, di Aceh membaca kitab suci antar agama tidak membolehkan dalam satu tempat yang sama, sehingga hanya Al-Quran saja yang dipilih untuk dibaca dalam program kirab tersebut.

“Kalau di Aceh kan beda, jadi kita pilih kitab suci Al-Quran saja yang dibaca, namun kita tidak melarang jika ada agama lain yang juga ikut, namun tidak di satu tempat yang sama,” kata Syakir, Kamis (13/9).

Selain membaca kitab suci pihaknya juga melakukan deklarasi kerukunan ummat antar agama, dalam deklarasi tersebut pemuda diajak untuk saling menjaga kesatuan republik Indonesia, juga menjauhi Narkoba.

Sementara itu, Muzammil salah seorang peserta baca kitab suci mengapresiasi program dari Kementerian Pemuda dan Olahraga tersebut, menurutnya saat ini banyak pemuda yang sudah lalai dan meninggalkan kitab sucinya.

Padahal kitab suci menjadi pedoman dalam menjalani kehidupan dan bersosial, sehingga perlu program semacam ini untuk mengingatkan kembali agar para pemuda kembali membaca dan memahami isi kandungan yang berada didalam kitab sucinya tersebut.

“Kalau kami sangat apresiasi ya, terutama untuk pemuda di Aceh, kalau dulu itu pasti setiap rumah setelah Maghrib itu ada baca Al-Quran tapi sekarang sudah jarang,” kata Muzammil.

Dirinya berharap, program membaca kitab suci bukan hanya sekedar seremoni saja, melainkan menjadi agenda rutin pemuda sehari-hari.(L/Ap/P1/B05)

Mi’raj News Agency (MINA)