Badai Amphan, Warga: Semuanya Hancur

Kerusakan parah di Negara Bagian Odisha, timur India, akibat badai Amphan di Teluk Benggala pada Rabu, 20 Mei 2020. (Foto: dok. South Asians)

New Delhi, MINA – Badai dahsyat Amphan menghantam India timur dan Bangladesh pada Rabu (20/5), warga lokal yang terdampak mengatakan “semuanya hancur.”

Rumah-rumah “kelihatannya telah dilindas oleh buldoser,” kata Babul Mondal (35) seorang warga desa di tepi Sunderbans, kawasan hutan bakau luas yang dihuni oleh populasi harimau terbesar di India.

Topan Amphan mulai bergerak ke pedalaman dengan angin berhembus hingga 185 km/jam (119 mil per jam), Direktur Jenderal Departemen Meteorologi India Mrutyunjay Mohapatra mengatakan kepada wartawan.

Mohapatra mengatakan, gelombang badai bisa naik sekitar lima meter di delta Sundarbans, tempat tinggal bagi sekitar empat juta orang.

“Perkiraan kami adalah bahwa beberapa daerah 10-15 kilometer dari pantai bisa tergenang air,” kata Mohapatra.

Pohon-pohon kelapa bergoyang-goyang, tiang-tiang listrik bertebaran di jalan-jalan Kolkata -ibu kota Negara Bagian Bangal Barat- hujan menerjang desa-desa nelayan, dan sungai-sungai melonjak ketika badai menghantam pantai.

“24 jam ke depan sangat penting. Ini adalah perjalanan yang panjang,” kata Mohapatra.

Tanvir Chowdhury dari Al Jazeera, melaporkan dari ibu kota Bangladesh, Dhaka, badai itu melintas ke wilayah pantai barat daya negara itu, menghantam hutan Sundarbans yang berdampingan dengan India.

“Kami telah mendapat laporan dari beberapa kontak kami di daerah tersebut yang mengatakan ketinggian air naik di daerah delta rendah. Banyak rumah telah hanyut,” katanya. (T/RI-1/R1)

 

Mi’raj News Agency (MINA)