Teheran, MINA – Penasihat senior Pemimpin Tertinggi Iran, Mohammad Mokhber menegaskan bahwa nilai strategis Selat Hormuz bagi Iran jauh lebih penting dibandingkan puluhan bom atom.
Menurutnya, kendali atas jalur pelayaran tersebut memberi Teheran kemampuan untuk memengaruhi perekonomian dunia melalui satu keputusan strategis, sehingga menjadi salah satu instrumen geopolitik paling berharga yang dimiliki Republik Islam Iran. Press TV melaporkan, Senin (13/7).
Dalam pernyataannya, Mokhber mengatakan kemampuan mengendalikan Selat Hormuz merupakan kekuatan yang berdampak langsung terhadap perdagangan dan pasokan energi global.
Ia menegaskan Iran tidak akan melepaskan kendali atas jalur laut tersebut, bahkan berupaya memperkuat pengelolaannya melalui mekanisme hukum nasional maupun jalur internasional.
Baca Juga: Rabi Terkemuka Israel Sebut Lebih Baik Dipimpin Pemerintahan Arab daripada Zionisme
Pernyataan tersebut muncul di tengah masih berlangsungnya ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat terkait proposal kesepakatan baru serta kebijakan sanksi terhadap Teheran.
Di saat proses diplomasi belum mencapai titik temu, para pejabat Iran terus menekankan pentingnya Selat Hormuz sebagai bagian dari strategi pertahanan dan ketahanan ekonomi nasional.
Selat Hormuz merupakan salah satu jalur pelayaran paling vital di dunia yang menghubungkan Teluk Persia dengan Teluk Oman dan Laut Arab. Sekitar seperlima perdagangan minyak dunia melintasi selat sempit tersebut setiap hari.
Karena itu, setiap peningkatan ketegangan di kawasan ini berpotensi memicu lonjakan harga minyak, mengganggu rantai pasok energi global, dan memengaruhi stabilitas ekonomi internasional.
Baca Juga: Wabah Pes Mengintai Rusia, WHO Ungkap Data Global
Sejumlah pejabat Iran sebelumnya juga menyatakan bahwa penguasaan Selat Hormuz dapat menjadi alat untuk menghadapi tekanan ekonomi dan sanksi Barat.
Meski demikian, komunitas internasional terus menyerukan agar jalur pelayaran itu tetap terbuka demi menjamin kelancaran perdagangan internasional dan mencegah meningkatnya ketegangan di kawasan Teluk.
Pernyataan terbaru Mokhber kembali menegaskan bahwa Selat Hormuz tidak hanya dipandang sebagai jalur perdagangan, tetapi juga sebagai aset strategis dalam doktrin keamanan Iran.
Di tengah dinamika geopolitik Timur Tengah, kawasan tersebut diperkirakan tetap menjadi salah satu titik paling sensitif yang akan terus menjadi perhatian dunia karena pengaruhnya terhadap keamanan energi dan stabilitas ekonomi global. []
Baca Juga: EPAL Catat 68.000 Lebih Aksi Pro-Palestina di Eropa dalam Tiga Tahun
Mi’raj News Agency (MINA)
















Mina Indonesia
Mina Arabic