Bahrain, Rusia Sepakat Produksi Vaksin Sputnik V untuk Timteng

Foto: Al Arabiya

Moskow, MINA – Bahrain Mumtalakat Holding Company menandatangani nota kesepahaman dengan Dana Investasi Rusia (RDIF), dan Grup Binnopharm, untuk mendirikan fasilitas produksi vaksin Sputnik V Covid-19 di kerajaan itu dan juga mendistribusikannya ke seluruh negara anggota Dewan Kerjasama Teluk dan kawasan Timur Tengah.

Binnopharm Group adalah anak perusahaan dari Sistema PJSFC, sebuah perusahaan investasi Rusia yang sahamnya diperdagangkan secara publik.

MoU ditandatangani di hadapan Menteri Luar Negeri Bahrain Abdullatif Al-Zayani selama Forum Ekonomi Internasional St Petersburg (SPIEF) di Rusia. Demikian dikutip dari Al Arabiya, Jumat (4/6).

Pada 2014, Mumtalakat menandatangani perjanjian dengan RDIF untuk memperkuat kerjasama ekonomi dan investasi antara Bahrain dan Rusia.

“Kemitraan kami dengan RDIF dan Binnopharm Group akan memungkinkan Kerajaan Bahrain untuk terus menjadi yang terdepan dalam memerangi pandemi ini, sambil bekerja untuk lebih meningkatkan sektor kesehatan kawasan melalui pendirian fasilitas ini,” kata CEO Mumtalakat Khalid Al Rumaihi.

“Dengan dana kekayaan negara Bahrain, kami terus mencari kemitraan dan usaha yang akan menambah nilai portofolio kami serta membawa solusi berkelanjutan jangka panjang ke Kerajaan dan wilayah yang lebih luas,” tambahnya.

Sementara itu, CEO Russian Direct Investment Find (RDIF)Kirill Dimitriev mengatakan, kolaborasi dengan Mumtalakat telah berjalan lama dan telah menghasilkan program investasi bersama yang sukses serta kemitraan yang bermanfaat antara organisasi kami.

“Kami senang dapat memperluas kerja sama kami, membangun fasilitas produksi di Bahrain untuk memproduksi Sputnik V, vaksin virus corona terdaftar pertama di dunia, ” ujarnya.

“Produksi lokal akan meningkatkan kemampuan produksi Internasional kami dan membantu negara-negara lain di kawasan ini untuk mencegah penyebaran Covid-19,” lanjutnya.

Vaksin Sputnik V adalah vaksin terdaftar pertama di dunia untuk melawan Covid-19, dikembangkan oleh Institut Riset Epidemiologi dan Mikrobiologi Nasional Gamaleya dan terdaftar oleh Kementerian Kesehatan Rusia.

Vaksin ini diproduksi dengan dukungan RDIF dan dukungan aktif dari mitra manufaktur internasional nya di India, Cina, dan Korea Selatan dan negara-negara lain.

Pada Februari 2021, Bahrain mengizinkan penggunaan darurat vaksin Sputnik V menjadi vaksin resmi keempat di negara tersebut. (T/Hju/P1

Mi’raj News Agency (MINA)