Baku Tembak di Perbatasan Khasmir Tewaskan 10 Orang

Kashmir, MINA – India dan Pakistan saling menyalahkan atas penembakan lintas-perbatasan di wilayah Kashmir yang disengketakan yang menewaskan dan melukai tentara serta warga sipil di kedua sisi.

Bentrokan pada Ahad (20/10) terjadi beberapa hari setelah Kementerian Luar Negeri Pakistan memprotes insiden serupa dari seluruh Line of Controle (LoC) yang menewaskan tiga warga sipil dan melukai delapan lainnya pada 15 Oktober, Aljazeera melaporkan.

Baku tembak itu menjadi salah satu hari paling mematikan sejak India mencabut otonomi Kashmir pada 5 Agustus dan memberlakukan pembatasan gerakan dan komunikasi untuk memadamkan kerusuhan.

Para pejabat dari kedua negara menuduh militer lawan menembak melintasi perbatasan de facto, yang dikenal sebagai Line of Controle (LoC). Jumlah korban tewas dalam penembakan terbaru naik menjadi setidaknya 10, menurut  kantor berita AFP.

India mengatakan ada penembakan hebat oleh Pakistan di seberang perbatasan di wilayah Tangdhar di Kashmir utara pada Sabtu (19/10) malam, menewaskan dua tentara India dan satu warga sipil.

Jenderal Bipin Rawat, Panglima Militer India, mengatakan kepada wartawan di New Delhi bahwa pasukannya menggunakan tembakan artileri yang lebih besar untuk menyasar “kamp-kamp teroris” di seberang perbatasan.

Tetapi Islamabad menuduh tentara India menargetkan warga sipil, sebagaimana dinyatakan Kementerian urusan Lluar Negeri, enam tewas, sementara beberapa lainnya termasuk perempuan dan anak-anak terluka parah di daerah dekat LoC.

Militer Pakistan menambahkan bahwa seorang tentara juga tewas, sehingga jumlah korban di Kashmir yang dikelola Pakistan menjadi tujuh.

Juru bicara pertahanan India Kolonel Rajesh Kalia mengatakan bahwa ada pelanggaran gencatan senjata yang tidak dilakukan oleh Pakistan.

“Pasukan kami membalas dengan keras, menyebabkan kerusakan parah dan korban pada musuh,” kata Kalia.

Sedangkan tentara Pakistan juga mengklaim bahwa serangan India di sektor Jura, Shahkot dan Nowshera “tidak diprovokasi” dan secara sengaja menargetkan warga sipil.

Mayor Jenderal Asif Ghafoor, juru bicara Angkatan Bersenjata Pakistan mengatakan Pakistan merespons “secara efektif”, menewaskan sembilan tentara India, melukai beberapa orang lainnya dan menghancurkan dua bunker.

Kemlu. Islamabad telah memanggil perwakilan India untuk memprotes penembakan dan pembunuhan, serta menngundang diplomat-diplomat dari lima anggota tetap Dewan Keamanan PBB, termasuk Amerika Serikat dan Rusia, mengunjungi perbatasan dan melihat bahwa tidak ada kamp pemberontak di sana.

Mereka juga memperingatkan bahwa mengubah status Kashmir akan meningkatkan ketegangan tetapi India mengatakan penarikan status khusus adalah urusan internal dan ditujukan untuk pengembangan ekonomi yang lebih cepat di wilayah itu.

Pakistan dan India sama-sama menguasai bagian-bagian Kashmir, tetapi masing-masing mengklaim wilayah keseluruhan sejak negara-negara itu masing-masing secara terpisah memperoleh kemerdekaan dari Inggris pada 1947. (T/Ast/P1)

Mi’raj News Agency (MINA)