Ban Ki Moon Tegaskan Dukung Solusi Dua Negara

New York, 17 Rabi’ul Awwal 1438/ 17 Desember 2016 (MINA) – Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki Moon pada Jum’at (16/12) menegaskan kepada Dewan Keamanan untuk mengkaji kembali dukunganya tanpa ada kepentingan apapun, selain kembali pada prinsip solusi dua negara Palestina dan Israel untuk membebaskan blokade Jalur Gaza.

“Saya berbicara kepada kalian (anggota Dewan Keamanan PBB) untuk menyingkap secara intensiv yang memungkinkan dalam memulai kembali negosiasi mengenai konflik Palestina dan Israel dalam melanjutkan ke solusi akhir,” kata Ki Moon, demikian Pusat Informasi Palestina (PIP) dikutip MINA.

Dalam sidang yang membahas masalah Palestina itu, Ban Ki Moon menekankan, agar masyarakat internasional juga menyaksikan langkah-langkah berani dari Palestina maupun Israel agar dapat menghadirkan perundingan yang berarti.

“Kita hampir bisa mengidentifikasi sejumlah pihak selama ini, yang berupaya menghancurkan sendi-sendi perdamaian antara Palestina dan Israel,” tambah diplomat senior asal Korea Selatan yang segera masa jabatannya sebagai Sekjen. PBB akan segera usai.

Perundingan Palestina-Israel gagal pada April 2014, setelah Israel menolak menghentikan perluasan permukiman serta menolak membebaskan para tawanan Palestina di penjara mereka, selain komitmen dengan solusi dua negara atas dasar perbatasan sejak 1967 lalu.

Sekjen PBB itu menganggap bahwa Gaza, Tepi Barat, serta Al-Quds Timur adalah tanah Palestina yang dijajah sejak 1967, dan beranggapan ilegalnya permukiman Israel di wilayah Palestina.

“Kegiatan permukiman Israel telah melanggar undang-undang internasional, kesepakatan Jenewa dan jumlah wilayah permukiman Israel yang terus melebar hingga mencapai 30 %, Tepi Barat termasuk wilayah yang dicaplok Israel,” tegasnya.

Menurutnya, yang terjadi di Gaza saat ini sangat mengkhawatirkan dan memungkinkan akan terjadi ledakan, jika Gaza tak segera dibebaskan dari blockade internasional.

“Permukiman Israel di Gaza saat ini, akan berkembang ke dalam situasi yang tidak diharapkan,” tambahnya.

Blokade Israel terhadap Gaza diberlakukan sejak kemenangan Hamas dalam pemilu parlemen tahun 2006 dan semakin diperketat sejak pertengahan Juni 2007 yang lalu.(T/M013/P2)

Mi’raj Islamic News Agency (MINA)