BANDARA BARU ISTANBUL PENTING BAGI NEGARA-NEGARA D-8

Developing Eight (D-8) logo
Developing Eight (D-8) logo

, 11 Muharram 1437/24 oktober 2015 (MINA) – Bandara ketiga Istanbul diharapkan akan menjadi bandara terbesar di dunia dan berperan sebagai “biji mata delapan negara berkembang di dunia Islam yang tergabung dalam Developing Eight (D-8),” kata CEO Turkish Airlines, Temel Kotil, kepada Anadolu Agency.

“Setelah pembukaan bandara ini, penumpang akan membanjir ke [Istanbul] dari Asia,” katanya. “Mereka akan transit ke negara lain melalui Istanbul. Dengan bandara ini, Turkish Airlines dan Turki akan semakin tumbuh dan berkembang.”

Komentarnya dalam wawancara dengan Anadolu Agency di kantor pusat maskapai pembawa bendera Turki itu di Istanbul muncul menyusul  penandatanganan kesepakatan antara konsorsium IGA Havalimani Isletmesi AS, yang memenangi tender pada 2013 untuk membangun bandara baru Istanbul, dan enam bank Turki yang menyiapkan dana senilai 4,5 miliar euro atau 5,5 miliar dolar bagi pertama proyek.

Setelah pembangunan selesai, bandara baru itu akan menjadi yang terbesar di dunia dalam kapasitas penumpang.

Bandara ketiga Istanbul, setelah Ataturk dan Sabiha Gokcen, sedang dibangun di Arnavutkoy, Turki barat laut, wilayah Turki di Eropa.

Bandara ini diharapkan dapat membanggakan kapasitas tahunannya yang merupakan rekor dunia, yakni 150 juta penumpang.

Kotil berbicara kepada Anadolu Agency ketika Turki bersiap mengambil alih kepresidenan kerjasama ekonomi dalam sektor penerbangan sipil Organisasi D-8 pada 2016. Ankara terakhir mengetuai dewan ini pada 2008.

D-8 adalah kelompok negara berkembang di dunia Islam, dengan anggotanya adalah Bangladesh, Mesir, Indonesia, Iran,  Malaysia, Nigeria, Pakistan dan Turki.

Didirikan pada 1997 di Istanbul oleh mantan PM Turki, Necmettin Erbakan, organisasi ini mencerminkan populasi gabungan satu miliar dan pasar dengan nilai sekitar $ 1 triliun.

D-8 melakukan kerjasama dalam penerbangan sipil melalui pelaksanaan D-8 Civil Aviation Memorandum of Understanding, yang
disepakati pada September 2007.

Dengan perjanjian ini, operator penerbangan nasional D-8 telah meningkatkan kerjasama mereka.

Kotil menegaskan telah terjalin “kerjasama yang erat” antara maskapai penerbangan pembawa bendera Turki itu dengan maskapai penerbangan anggota D-8 lainnya.

“Misalnya, Turkish Airlines terbang ke tujuh kota di Iran dan kami terbang ke Abuja, ibukota Nigeria serta Kano dan Lagos setiap harinya,” katanya, seraya menambahkan perusahaan penerbangan Turki itu juga mencapai kesepakatan dengan Iran Air.

Turkish Airlines, yang terbang ke semua negara anggota D-8, memulai penerbangan langsung ke Abuja Maret lalu.

Maskapai penerbangan itu telah memperkuat kehadirannya di D-8 dan sekarang telah terbang ke 20 tujuan di negara-negara D-8, sehingga menempatkan diri sebagai perusahaan penerbangan terkemuka dalam kelompok D-8. (T/R07/R01)

Mi’raj Islam News Agency (MINA)

Comments: 0