Bandingkan Jenin dengan Ukraina, Surat Kabar Inggris Diprotes Komunitas Yahudi

Gambar karitur di surat kabar Inggris The Independent yang membandingkan Jenin dengan Ukraina (Foto: File/ The Independent)

London, MINA – Komunitas Yahudi di Inggris memprotes surat kabar “The Independent” yang pada Rabu (5/7) lalu menerbitkan kartun yang membandingkan serangan agresi tentara pendudukan di Jenin dengan invasi Rusia ke Ukraina.

Mengomentari masalah tersebut, surat kabar Ibrani, Jerusalem, menyebut kartunis Dave Brown, telah dikritik karena menggambar mantan Perdana Menteri Israel Ariel Sharon dalam bentuk monster cacat yang melahap anak-anak Palestina.

Kartun tersebut menggambarkan seorang pria Palestina tertelungkup di tanah dikelilingi oleh puing-puing, jet tempur melayang di atasnya. Sebuah tanda yang dipenuhi peluru bertuliskan “Jenin” terlihat jelas, tetapi pria yang tergeletak di tanah menggunakan darah untuk menulis kata “Ukraina .”

Di sebelah pria itu, kartunis itu menulis, “Apakah Anda melihat saya sekarang?” untuk menunjukkan bahwa penderitaan orang-orang Palestina tidak ada; Karena fokus dan perhatiannya tertuju pada penderitaan Ukraina.

Baca Juga:  Ketua MPR Minta Pemerintah tak Terburu-buru Beri Bansos untuk Korban Judi Online

Surat kabar itu mengatakan, karikatur ini ditanggapi dengan kemarahan dari komunitas Yahudi Inggris.

Juru Bicara Dewan Kepemimpinan Yahudi mengatakan kepada Chronicle Yahudi, bahwa ini adalah upaya yang jelas untuk menyangkal hak Israel membela diri dengan memberikan persamaan palsu antara Ukraina dan perlawanan Palestina bersenjata.

Seorang juru bicara Asosiasi Yahudi Nasional (NJA) mengatakan kepada Chronicle, organisasinya “sangat marah dengan perbandingan ini, karena Ukraina berperang karena tanah mereka telah diserbu, dan mereka tidak berusaha untuk menghancurkan Rusia dan membunuh semua orang Rusia, seperti tujuan yang dinyatakan orang Palestina terhadap orang Israel.” Dalam kata-kata Gary Mund.

Mond menuduh media Inggris bersikap bias terhadap Israel, merujuk pada wawancara baru-baru ini di mana seorang pembaca berita BBC mengatakan kepada mantan Perdana Menteri Israel Naftali Bennett bahwa tentara Israel dengan senang hati membunuh anak-anak.

Baca Juga:  Hamas Serukan Lawan Terorisme Pemukim Ilegal di Tepi Barat

Pekan lalu, pasukan pendudukan Israel melancarkan agresi besar-besaran terhadap Jenin dan kampnya, yang berlangsung selama dua hari, menewaskan 12 warga Palestina, termasuk anak-anak, melukai puluhan orang, dan menghancurkan infrastruktur kamp, ​​termasuk jaringan air dan listrik. (T/B04/P1)

Mi’raj News Agency (MINA)