Bangkitkan Rasa Nasionalisme, FORPASS, BNPT RI, KBRI Khartoum Gelar Seminar Kebangsaan di Sudan

, 3 Ramadhan 1438/29 Mei 2017 (MINA) – Forum Pasca Sarjana (FORPASS), bekerja sama dengan Badan Nasional Penanggulangan Republik Indonesia () dan Kedutaan Besar Republik Indonesia () di Khartoum,  akan menggelar Seminar Kebangsaan bertajuk “Strategi Pelajar dan Mahasiswa Timur-Tengah dalam Menghadapi Problematika Global.”

Seminar Kebangsaan yang dilaksanakan di Africa Conference Hall, Universitas Internasional , Khartoum-Sudan, pada Rabu, 7 Juni 2017 ini akan menghadirkan pembicara dari RI dan para ulama nasional Sudan.

Sidik Mustaqim, Koordinator Media dan Publikasi Seminar Kebangsaan ini menjelaskan, seminar yang didukung beberapa ormas, orpol, organisasi kekeluargaan, dan almamater Indonesia yang ada di Sudan diwarnai dengan Kompetisi Penulisan Artikel tentang ”Sumbangsih Ulama Nusantara dalam Bidang Hadist” dengan mengambil tema Seminar Kebangsaan.

Dia menjelaskan, seminar ini bertujuan menyosialisasi dan memantapkan ideologi , meningkatkan wawasan kebangsaan, serta membentengi mahasiswa Indonesia yang ada di luar negeri khususnya pelajar dan mahasiswa WNI yang berada di dari pemikiran-pemikiran radikal.

“Sasaran dari kegiatan ini meliputi para Mahasiswa Indonesia yang sedang melakukan studinya di Sudan, terbagi di sembilan perguruan tinggi atau universitas serta WNI yang ada di Sudan,” ujarnya.

Koresponden Kantor Berita Islam MINA (Mi’raj Islamic News Agency) itu juga menjelaskan, pelaksaan seminar kebangsaan ini dilatarbelakangi kondisi sosial politik di Timur Tengah yang saat ini menjadi perhatian dunia. Konflik yang tengah terjadi melahirkan berbagai macam analisa dan spekulasi, tak sedikit justru berujung pada stigma negatif terhadap Islam itu sendiri.

Upaya rekonstruksi pemikiran ke-Islaman pun gencar dilakukan demi mencegah merembetnya konflik serupa di belahan dunia lain, tidak terkecuali Indonesia yang merupakan negara berpenduduk Muslim terbesar di dunia.

“Tentunya peran aktif seluruh komponen dari masyarakat Indonesia, terutama para ulama dan cendekiawan dituntut dalam membentengi masyarakat dari berbagai macam pemikiran yang kontra kondusif bagi terciptanya cita-cita dalam berbangsa dan bernegara,” imbuh Sidik.

Sudan merupakan salah satu negara yang menjadi daya tarik mahasiswa Indonesia untuk menuntut Ilmu-ilmu Islam dan Arab. Dibandingkan dengan Negara-negara timur tengah yang lain, Sudan memiliki beberapa keunggulan selain tidak ditutupi pula ada beberapa kelemahannya.

Sejak awal mahasiswa Indonesia belajar di Sudan yaitu pada 15 Februari 1982 lalu hingga saat ini, sudah ratusan alumni mahasiswa Indonesia lulusan dari beberapa perguruan tinggi di Sudan dan sudah berkiprah di tanah air.

Hingga saat ini lebih dari 700 mahasiswa Indonesia yang tengah aktif menuntut ilmu di Sudan mulai dari jenjang S1 hingga S3.

Jumlah yang cukup banyak ini tentunya diperlukan adanya perhatian dari pemerintah, terlebih lagi pada pihak terkait untuk membentengi mahasiswa-mahasiwa Indonesia dari pemikiran-pemikiran radikal yang dapat saja muncul secara tak disadari.

Sementara itu, untuk menyukseskan acara ini, pihak panitia menggandeng beberapa media nasional dan internasional yang ada di Indonesia untuk menjadi media partner, seperti Kantor Berita Islam Mi’raj News Agency (MINA) yang menyajikan program pemberitaan dalam tiga bahasa Internasional, dan menggandeng media Portal yaitu Good News From Indonesia (GNFI). (L/K02/R01)

Mi’raj Islamic News Agency (MINA)