Bangun Industri Makanan di Indonesia, Investor Korsel Kucurkan Dana Rp 8,3 Triliun

Foto: sigupai.com
Foto: sigupai.com

Jakarta, 28 Jumadil Awwal 1437/7 Maret 2016 (MINA) – Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Franky Sibarani mengatakan, pihaknya telah bertemu dengan investor Korea Selatan yang akan membangun dua pabrik makanan dan minuman dengan nilai investasi masing-masing US$ 300 juta sehingga total investasinya US$ 600 juta (setara dengan Rp 8,3 triliun dengan kurs dolar AS Rp 13.900).

“Mereka saat ini sedang dalam proses untuk menentukan lokasi. Saat ini alternatif lokasi yang dipilih adalah di sekitar Banten atau Jawa Barat dan Jawa Timur untuk dua pabrik makan dan minuman tersebut,” ujarnya dalam keterangan resmi kepada Mi’raj Islamic News Agency (MINA), Senin (7/3).

Franky menyebutkan, CEO perusahaan Korea Selatan tersebut menyampaikan permintaannya terkait kebutuhan serta keberlanjutan bahan bahan baku salah satunya jagung.

“Mereka sangat siap untuk menyerap apabila bahan baku yang salah satunya Jagung tersebut dapat tersedia di dalam negeri ,” katanya.

Pihaknya juga mengatakan, BKPM akan mencari solusi agar produk petani dapat di serap oleh investor. “Mengingat investasi tersebut akan menyerap tenaga kerja dan substitusi produk impor, serta tingginya multiplier effect yang ditimbulkan.

Dalam kunjungannya Kepala BKPM juga melakukan One on One Meeting dengan perusahaan-perusahaan Korea Selatan yang berminat investasi di Indonesia serta menjadi pembicara utama dalam business forum dengan 80 CEO perusahaan-perusahaan yang telah menyatakan minat investasi di Indonesia.

Menurutnya, investor Korea Selatan termasuk yang aktif melakukan penanaman modal di Indonesia.  Investasi yang masuk dari Korea Selatan tahun lalu mencapai US$ 1,2 miliar tumbuh sebesar 7,6% dari periode yang sama tahun sebelumnya.

Sejak 2010-2015 nilai investasi yang masuk dari Korea Selatan mencapai angka US$ 8 miliar. Dalam periode tersebut sektor yang masuk didominasi oleh sektor industri logam mencapai 45%. (L/P010/P4)

Mi’raj Islamic News Agency (MINA)