Banjir Bandang di Pamijahan Bogor, Terparah Sejak 18 Tahun Terakhir

(Foto: Tribun Bogor)

Bogor, MINA – Asmad (68) warga Cibunian, Pamijahan,Kabupaten Bogor menceritakan bahwa banjir bandang yanng menerjang kampungnya merupakan banjir terparah sejak 18 tahun terakhir,  yang diakibatkan meluapnya Sungai Cisaketi dan Cianten.

Menurut Asmad, sebelum airnya besar, terdengar suara ledakan dan gemuruh yang mengagetkan warga.

“Pas dilihat air di Sungai Cisaketi sama Cianten meluap besar, mengakibatkan kerugian bagi petani di kawasan tersebut.” ujarnya di sela-sela penyerahan bantuan kemanusiaan dari Jama’ah Muslimin (Hizbullah) melalui Ukhuwah Al Fatah Rescue (UAR), Sabtu (26/9).

Asmad menceritakan peristiwa banjir bandang itu terjadi pada pukul 15.30 WIB saat ia sedang berada di dalam rumah bersama keluarganya.

Melihat air sungai Cianten naik ke permukaan, semua warga lari ke dataran tinggi untuk menyelamatkan diri masing-masing.

“Hujannya itu 13.00 WIB, air puncak-puncaknya tinggi melebihi tanggulan. Semuanya melarikan diri ke dataran tinggi sebelum puncaknya itu, dan alhamdulillah semuanya selamat,” jelasnya.

Menurutnya, air dari Sungai Cianten itu naik ke permukaan rumah sekitar dua meter dan menyebabkan perabotan rumah tangga, ikan 15 ton terbawa oleh banjir.

“Semuanya barang-barang perabotan hilang, dari mulai piring, gas, kompor, alat masak lainnya juga, Alhamdulillah tidak ada korban jiwa,hanya kerusakan material,” imbuhnya.

“Banjir bandang ini terjadi sudah dua kali. Pertama pada tahun 2003 dan ke dua tahun 2012. Namun, yang paling parah saat ini. Udah beberapa kali kalau kecil mah, tapi yang besar itu tahun 2003 dan 2012. Tapi yang paling besar itu kemarin (21/9/2020),” pungkasnya.

Hujan deras yang mengguyur wilayah Pamijahan Bogor Jawa Barat mengakibatkan Sungai Cisaketi dan Cianten meluap, Senin (21/9).

Meluapnya dua sungai yang menjadi satu itu mengakibatkan satu kampung yakni Kampung Muara, RT01/01, Desa Cibunian, Kabupaten Bogor, Jawa Barat terendam banjir.(L/AR/R1)

 

Mi’raj News Agency (MINA)

Comments are closed.