Bangkok, MINA – Pemerintah Thailand pada Sabtu (29/11) menyatakan banjir besar yang melanda wilayah selatan telah merenggut nyawa sedikitnya 162 orang.
Malaymail melaporkan, Ahad (30/11), sebagian besar korban, yakni 126 jiwa dilaporkan berasal dari provinsi Songkhla, pusat kawasan yang terdampak terparah.
Pemerintah menyebut delapan provinsi di selatan terdampak bencana ini, termasuk Hat Yai, area perkotaan besar di Songkhla yang rusak parah akibat genangan air hingga beberapa meter.
Evakuasi massal dilakukan ketika air mulai pasang dan menjebak puluhan ribu warga. Rumah-rumah terendam, jalan raya serta jalur transportasi terputus, dan banyak keluarga terpaksa mengungsi ke pusat penampungan darurat.
Baca Juga: Wakil Utusan Khusus PBB Kecam Serangan Mematikan Israel ke Suriah
Fasilitas medis juga kewalahan, di beberapa rumah sakit di Hat Yai, kamar jenazah penuh, sehingga jenazah harus disimpan di mobil pendingin. Pemerintah Thailand telah menjanjikan kompensasi dan bantuan untuk keluarga korban, serta memulai program pemulihan darurat.
Ratusan ribu keluarga terdampak, lebih dari satu juta rumah di seluruh provinsi selatan tercatat rusak atau hilang. Infrastruktur penting seperti listrik, air bersih, dan komunikasi terputus, memicu krisis kemanusiaan yang mendalam.
Para ahli memperkirakan bencana kali ini sebagai banjir terparah di Thailand Selatan dalam 25 tahun terakhir. Curah hujan ekstrem yang terjadi dalam beberapa hari terakhir menyebabkan sungai dan waduk meluap dan tanah longsor terjadi di beberapa daerah. []
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: Pengacara Chili Tuntut Israel Dikeluarkan dari PBB
















Mina Indonesia
Mina Arabic