Banjir Dahsyat Landa Jerman dan Belgia, 93 Tewas, Ratusan Hilang

(EPA)

Berlin, MINA – Korban tewas akibat banjir dahsyat di Eropa melonjak menjadi sedikitnya 93 pada Jumat (16/7), sebagian besar di Jerman barat, di mana petugas tanggap darurat sedang mencari ratusan orang hilang.

“Saya khawatir kita hanya akan melihat seluruh bencana dalam beberapa hari mendatang,” kata Kanselir Angela Merkel dari Washington Kamis malam, di mana dia bertemu dengan Presiden Joe Biden.

Massa air yang besar dijuluki “banjir kematian” oleh harian terlaris Jerman Bild, Arab News melaporkan.

Pihak berwenang di Rhineland-Palatinate mengatakan, 50 orang telah tewas di negara bagian barat itu, sehingga jumlah korban nasional sedikitnya 81 orang.

Tetangga Belgia menghitung setidaknya 12 tewas dan lebih dari 21.000 orang tanpa listrik di wilayah Wallonia.

Luksemburg dan Belanda juga sangat terpengaruh oleh derasnya air, ribuan orang dievakuasi di kota Maastricht.

Tetapi jumlah korban Jerman sejauh ini adalah yang tertinggi, kemungkinan akan meningkat dengan sejumlah besar orang masih hilang di Rhine-Westphalia Utara dan Rhineland-Palatinate, negara bagian yang paling parah terkena dampaknya.

Di distrik Ahrweiler yang hancur di Rhineland-Palatinate sekitar 1.300 orang belum ditemukan, meskipun pihak berwenang setempat mengatakan kepada Bild bahwa jumlah yang tinggi kemungkinan disebabkan oleh jaringan telepon yang rusak.

“Jumlah korban kemungkinan akan terus meningkat dalam beberapa hari mendatang,” kata Menteri Dalam Negeri Roger Lewentz kepada penyiar SWR.

Terlebih lagi, hujan yang terus berlanjut diperkirakan akan terjadi di bagian barat, di mana ketinggian air di sungai Rhine dan anak-anak sungainya meningkat secara berbahaya.

Sekitar 1.000 tentara telah dikerahkan untuk membantu operasi penyelamatan dan pembersihan puing-puing di kota-kota dan desa-desa yang terkena dampak. (T/RI-1/P1)

 

Mi’raj News Agency (MINA)