Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Banjir Rendam Tiga Kecamatan di Cilacap

Ansaf Muarif Gunawan Editor : Widi Kusnadi - Sabtu, 31 Oktober 2026 - 13:30 WIB

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 13:30 WIB

20 Views ㅤ

Relawan MDMC Muhammadiyah turun membantu di banjir Sumatra. (Foto: Muhammadiyah.or.id)

Semarang, MINA – Hujan deras yang mengguyur Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, sepanjang Jumat malam hingga Sabtu pagi (31/10), memicu banjir di tiga kecamatan dan tanah longsor di wilayah lainnya.

Banjir merendam permukiman warga, persawahan, pekarangan, dan sejumlah ruas jalan, sementara petugas masih melakukan pendataan serta penanganan darurat.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cilacap, Taryo, mengatakan hujan berlangsung sejak sekitar pukul 21.00 WIB pada Jumat (30/10) hingga pukul 05.00 WIB pada Sabtu (31/10).

Berdasarkan pendataan sementara hingga pukul 08.00 WIB, wilayah terdampak banjir meliputi Kecamatan Maos, Kroya, dan Jeruklegi.

Baca Juga: Tiga Kabupaten Aceh Hadapi Ancaman Hujan Tinggi hingga 10 November

“Di wilayah Kecamatan Maos dan Kroya, air mulai menggenangi pekarangan, persawahan, jalan, hingga masuk ke sejumlah rumah warga,” kata Taryo di Cilacap, Sabtu (31/10),

Di Kecamatan Maos, genangan setinggi 10–20 sentimeter terjadi di Desa Mrenek, khususnya RT 01 RW 08, yang berdampak pada pekarangan dan lahan persawahan.

Sementara itu, di Desa Karangreja, air memasuki sejumlah rumah warga di Dusun Krikil dengan ketinggian sekitar 20 sentimeter di dalam rumah dan mencapai 50 sentimeter di halaman.

Meski warga di Desa Karangreja belum mengungsi, pemerintah desa mulai menyiapkan dapur umum di balai desa untuk mengantisipasi kemungkinan memburuknya kondisi.

Baca Juga: Banjir Aceh Meluas, Belasan Desa Terendam dan Warga Mengungsi

Di Kecamatan Kroya, banjir juga menggenangi kawasan sekitar Masjid Istiqomah di Desa Mujur Lor, pertokoan Kota Baru di Dusun Pecangakan, serta permukiman di Desa Sikampuh dengan ketinggian air sekitar 10–20 sentimeter di sejumlah titik.

BPBD Cilacap turut meminta dukungan alat berat untuk membersihkan tumpukan eceng gondok yang menyumbat anak Sungai Silunjar di Jalan Sikampuh–Bejen, Kompleks Embung Baru.

Sumbatan tersebut dikhawatirkan menghambat aliran air sehingga berpotensi memperparah genangan ketika hujan kembali turun.

Selain banjir, tanah longsor terjadi di Dusun Paneoen, Desa Mandala, Kecamatan Jeruklegi. Limpasan air juga merendam lapangan Desa Cilibang dan mencapai ruas Jalan Raya Jeruklegi–Wangon, meskipun jalur tersebut masih dapat dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat.

Baca Juga: Harga Emas Hari Ini Naik Tipis, Senin 2 November 2026

Pemerintah desa setempat berupaya mendatangkan alat berat untuk mempercepat pembersihan material longsor.

Berdasakan laporan hingga Sabtu pagi, petugas BPBD melalui Unit Pelaksana Teknis Daerah Penanggulangan Kebakaran dan Bencana Daerah masih melakukan asesmen di lokasi terdampak dan memantau perkembangan situasi.

Koordinasi dengan pemerintah kecamatan, pemerintah desa, serta pihak terkait terus dilakukan untuk mempercepat penanganan dan mengantisipasi dampak lanjutan akibat hujan. []

Mi’raj News Agency (MINA)

Baca Juga: Hujan Berpotensi Meluas di Sumatra, Warga Diminta Waspada

Rekomendasi untuk Anda