“BANJIR” TERIMA KASIH GAZA UNTUK INDONESIA

Dr Ashraf Al Qadra, Jubir kemenkes Palestina di Gaza. (Foto:Mirajnews.com)
Dr Ashraf Al Qadra, Jubir kemenkes Palestina di Gaza. (Foto:Mirajnews.com)

Gaza, 18 Rabiul Awwal 1437/30  Desember 2015 (MINA) – Mulai beroperasinya Rumah Sakit Indonesia (RSI) di Gaza sejak 24 Desember 2015 menjadi kabar yang sangat membahagiakan bagi warga Indonesia, terlebih lagi bagi warga Gaza di Palestina.

Setelah penantian lebih dari 5 tahun, akhirnya masyarakat Palestina di Jalur Gaza bisa merasakan fasilitas kesehatan terbesar sumbangan warga Indonesia berupa sebuah bangunan rumah sakit lengkap dengan peralatan medisnya. Berbagai pujian dan ucapan terima kasih warga Gaza pun membanjiri RSI dan seluruh warga Indonesia.

Dari warga sekitar, anak sekolah, pasien, tim medis, hingga pihak kementrian kesehatan Palestina ramai-ramai melontarkan pujian dan rasa terima kasihnya untuk warga Indonesia.

Dalam wawancara yang dilakukan oleh kru Mi’raj Islamic News Agency (MINA) di Gaza terhadap sejumlah kalangan dari warga Palestina, dapat disimpulkan, warga Gaza khususnya yang tinggal di sekitar lokas RSI, merasa sangat bahagia dan berterima kasih sebesar-besarnya kepada seluruh rakyat Indonesia.

“Saya sangat senang karena sekarang didekat rumah kami terdapat sebuah rumah sakit terindah, terbersih, dan termegah di Jalur Gaza, dan saya sangat bersyukur dan berterima kasih kepada rakyat Indonesia atas pemberiannya untuk kami,” kata Jamel Shaheen, yang rumahnya tak jauh dari lokasi RSI yang juga seorang kepala sekolah.

“Saya berterima kasih sebesar-besarnya kepada rakyat dan pemerintah Indonesia atas pelayananan dan bantuannya yang luar biasa untuk rakyat Palestina, serta atas berdirinya RSI yang memiliki desain yang sangat indah, terutama untuk wilayah utara Gaza yang selalu menjadi sasaran gempuran di masa-masa agresi militer Zionis Israel,” ungkap Mustafa, seorang pasien di RSI.

Mustafa pun melanjutkan, “Kami, warga Gaza juga mengucapkan terima kasih secara khusus untuk para relawan yang rela meninggalkan jauh-jauh tanah airnya demi menyelesaikan bangunan RSI ini.

Hasan Abulbaid, kepala perawat RSI, mengatakan, “Kami sangat berterima kasih kepada rakyat dan pemerintah Indonesia atas hadiahnya untuk warga Palestina, khususnya untuk 450 ribu warga Palestina di utara Jalur Gaza. Rumah sakit ini sangat indah, bersih, dan peralatannya sangat canggih.”

Tidak ketinggalan, juru bicara resmi atas nama kementrian kesehatan Palestina, Dr Ashraf Al Qadra mengungkapkan kepada MINA Gaza, “Kami sangat bersyukur dan berterima kasih kepada rakyat Indonesia dan pemerintahnya atas pemberian berupa rumah sakit ini.”

Ia menambahkan, keberadaan RSI, semakin mengokohkan perjuangan dan ketabahan warga Palestina di Jalur Gaza, dan menjadi contoh nyata dalam mempertahankan kehormatan negeri-negeri Islam di dunia.

Peran Besar MER-C 

Tak bisa dipungkiri, RSI di Jalur Gaza merupakan kerja besar MER-C (Medical Emergency Rescue Committee), adalah organisasi sosial kemanusiaan yang bergerak dalam bidang kegawatdaruratan medis dan mempunyai sifat amanah, profesional, netral, mandiri, sukarela dan mobilitas tinggi.

Setelah berhasil mengumpulkan dana milyaran rupiah, MER-C berupaya untuk mewujudkan mimpi membangun rumah sakit bagi warga Gaza Palestina. Cita-cita besar itu pun kini menjadi kenyataan. (L/K02/R02)

 

Mi’raj Islamic News Agency (MINA)