Kuala Lumpur, 21 Muharram 1437/3 November 2015 (MINA) – Meskipun menghadapi tantangan serius untuk membangun bank mega dunia Islam, upaya harus terus dilakukan untuk mewujudkannya, kata PM Malaysia, Datuk Seri Najib Tun Razak.
“Ada beberapa upaya untuk mendirikan bank mega syariah dunia, tetapi itu belum terwujud karena banyaknya tantangan,” katanya, dalam konferensi pers berkaitan dengan berlangsungnya Forum Ekonomi Islam Dunia (WIEF) yang dimulai hari ini.
Negara-negara seperti Turki dan Indonesia sudah memulai usaha mereka dalam membangun bank yang demikian, yang bertujuan menciptakan sebuah platform untuk bertindak sebagai bank sentral bagi para peminjam dari dunia Islam, Mi’raj Islamic News Agency (MINA) mengutip kantor berita Bernama, Malaysia, melaporkan.
Bertema, “Membangun Ketahanan bagi Pemerataan Pertumbuhan”, WIEF ke-11 kembali Kuala Lumpur ketika kawasan ini mempersiapkan diri secara bersama-sama diberlakukannya Masyarakat Ekonomi ASEAN pada 31 Desember 2015.
Baca Juga: Google Akui Kesalahan Data Nilai Tukar Rupiah ke Dolar AS
Keinginan kuat bagi terciptanya pasar tunggal dan basis produksi, kawasan ekonomi yang kompetitif, pembangunan ekonomi yang adil dan terintegrasi penuh ke ekonomi global beresonansi dengan landasan WIEF yang bertujuan membangun jembatan melalui bisnis untuk mendorong kemajuan ekonomi dan sosial. (T/R07/R01)
Mi’raj Islamic News Agebcy (MINA)
Baca Juga: Google Eror? 1 Dolar AS Jadi Rp8.170,65