Bank Syariah Indonesia Resmi Beroperasi

Foto: Direktur Utama Bank Syariah Indonesia Heri Gunardi

Jakarta, MINA – Direktur Utama PT Bank Syariah Insonesia (BSI) Tbk Heri Gunardi mengatakan, pada 1 Februari bank hasil penggabungan resmi beroperasi dengan nama dan identitas baru yaitu PT Bank Syariah Indonesia Tbk.

“Nama BSI dipilih karena kami ingin dapat menjadi representasi Indonesia, baik ditingkat nasional maupun global, logo BSI memiliki bintang bersudut lima ini merepresentasikan lima sila pancasila dan lima rukun Islam,” jelasnya saat peresmian Bank Syariah Indonesia secara virtual dengan tema “Bersatu Untuk Indonesia”. Senin (1/2) di Instana Negara.

Heri mengungkapkan, sebagai bank hasil penggabungan pada Desember 2020, BSI memiliki total aset 240 triliyun, total pembiyaan 157 triliyun, total pembiyaan dari pihak ketiga mencapai 210 triliyun serta total modal inti sebesar 22,6 triliyun.

“Dan BSI memiliki lebih dari 1.200 kantor cabang, dan 50.000 karyawan yang tersebar diseluruh Indonesia, dan akan menjadi bank peringkat ketujuh di Indonesia,” jelasnya.

Ia melanjutkan, selain melakukan penggabungan, juga harus melakukan trsnformasi seperti perbaikan proses bisnis, perbaikan risk management, penguatan dari sisi sumber daya insani serta penguatan teknologi digital.

BSI berkomitemn untuk menjadi lembaga perbankan yang melayani segala lini masyarakat.

Menjadi bank yang modern serta implusif dan memberikan pelayanan kepda seluruh masyarakat, dengan tetap menjunjung tinggi prinsip-prinsip syariah.

“Mewakili seluruh rekan-rekan Bank Syariah Indonesia kami menngucapkan terimaksih kepada seluruh pihak yang telah mewujudkan penggabungan ini, khususnya pak Presiden Jokowi,” kata Heri.

“Kami siap membawa BSI untuk masuk kedalam 10 bank syariah terbesar di Dunia berdasarkan kapitalisasi pasar dalam 5 tahun ke depan. Insya Allah kami siap mengemban amanah ini untuk memberikan manfaat yang sebesar-besarnya untuk negara yang kita cintai,” tegasnya.

Acara peresmian itu dihadiri oleh Presiden RI Joko Widodo didampingi Wakil Presiden KH Ma’ruf Amin, Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo, Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso, dan jajaran menteri Kabinet Indonesia Maju. (L/Hju/P2)

Mi’raj News Agency (MINA)