Bappenas : Kasus SDGs Ditanggulangi dan Peranan Filantropi Ditingkatkan

Jakarta, 2 Jumadil Akhir 1438/ 1 Maret 2017 (MINA) – Sekretariat SDGs Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional /  Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Arum Atmawikarta, mengatakan, Pemerintah Indonesia terus menanggulangi kasus Sustainable Development Goals (SDGs) dan meningkatkan peranan Filantropi di Indonesia.

“Tidak boleh ada yang tertinggal dalam gagasan pembahasan terkait pencapaian kasus tersebut dan terus harus memiliki titik fokus pada kasus yang sudah ditentukan,” katanya dalam acara Share Happy Energy Rumah Zakat di Meradelima Restaurant, Jakarta Selatan, Rabu.

Dibandingkan dengan lembaga filantropi, menurut Arum, keistimewaan lembaga filantropi adalah kemampuannya mengambil risiko yang lebih besar dan menetaskan proyek-proyek baru yang menunjukkan keberpihakan kepada isu atau masyarakat terpinggirkan. Lembaga filantropi juga memberikan perhatian dan dukungan kepada cara-cara baru dalam berderma.

Untuk meningkatkan peran dan keterlibatan lembaga filantropi dalam pencapaian SDGs, diharapkan dapat menanggulangi berbagai masalah global. Termasuk menghapuskan kemiskinan dan kelaparan, memajukan kesehatan dan pendidikan, membangun kota-kota secara berkelanjutan, memerangi perubahan iklim, serta melindungi lautan dan hutan.

“Dengan adanya Non Government Organisation (NGO) atau lembaga swadaya masyarakat (LSM) diharapkan program pemerintah dan NGO bisa sejalan, sehingga manfaat dari pembangunan yang dilakukan langsung bisa dinikmati masyarakat,” tambahnya.

SDGs didukung oleh 193 negara anggota PBB dan digunakan untuk membingkai rencana pembangunan nasional negara-negara di seluruh dunia selama 15 tahun ke depan.

Tujuan dari SDGs yaitu, Menanggulangi kemiskinan dan kelaparan, Mencapai pendidikan dasar untuk semua, Mendorong kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan, Menurunkan angka kematian anak, dan Meningkatkan kesehatan ibu. (L/R12/P1)

Mi’raj Islamic News Agency (MINA)