Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Bayi Palestina Kembali Meninggal Akibat Cuaca Dingin Ekstrem di Gaza

Hasanatun Aliyah Editor : Ali Farkhan Tsani - Sabtu, 17 Januari 2026 - 23:33 WIB

Sabtu, 17 Januari 2026 - 23:33 WIB

26 Views

Ilustrasi: Kondisi kamp pengungsi di Jalur Gaza. (Quds Press)

Gaza, MINA – Seorang palestina/">bayi Palestina kembali meninggal dunia akibat cuaca dingin ekstrem di Jalur Gaza, di tengah krisis kemanusiaan dan parahnya kekurangan tempat tinggal yang layak. Kematian ini menambah daftar panjang korban anak-anak akibat musim dingin yang melanda wilayah tersebut.

Sumber medis di Rumah Sakit Nasser, Khan Younis menyatakan, bayi bernama Aisha Ayesh al-Agha, berusia 27 hari, meninggal dunia pada Sabtu (17/1) akibat suhu dingin yang ekstrem.

Dengan kematian ini, jumlah anak yang meninggal karena cuaca dingin sejak awal musim dingin saat ini meningkat menjadi delapan orang, menurut Kementerian Kesehatan Palestina di Gaza.

Sebelumnya, seorang palestina/">bayi Palestina lainnya, Mohammed Besyuni berusia satu tahun, juga meninggal dunia akibat cuaca dingin di Deir al-Balah pada 13 Januari 2026. Namun, pihak medis tidak mengungkapkan rincian lebih lanjut terkait kondisi Aisha sebelum meninggal dunia.

Baca Juga: Israel Klaim Pembunuhan Khamenei Sesuai Hukum Internasional

Sebagian besar warga Palestina di Gaza saat ini terpaksa tinggal di tenda-tenda pengungsian atau rumah yang tidak aman secara struktural, akibat kehancuran luas yang ditimbulkan oleh perang Israel selama dua tahun terakhir.

Data dari Kantor Media Pemerintah Gaza mencatat bahwa sekitar 90 persen infrastruktur sipil di Jalur Gaza telah terdampak kerusakan.

Penderitaan warga semakin memburuk akibat kegagalan Israel memenuhi kewajibannya dalam perjanjian gencatan senjata yang mulai memasuki fase pertama pada 10 Oktober 2025, termasuk pembukaan perlintasan dan masuknya bantuan makanan, medis, serta material tempat tinggal ke Gaza.

Cuaca buruk yang melanda kawasan tersebut juga menyebabkan puluhan ribu tenda pengungsian rusak, terendam banjir, atau tercerai-berai, serta runtuhnya puluhan bangunan yang sebelumnya telah rusak akibat serangan udara Israel. Beberapa warga dilaporkan tertimbun reruntuhan akibat peristiwa tersebut.[]

Baca Juga: Smotrich Ancam akan Hancurkan Beirut Seperti Khan Younis di Gaza

Mi’raj News Agency (MINA)

Rekomendasi untuk Anda