BAZNAS RI Kerja Sama dengan Tiga Lembaga Filantropi Mesir Salurkan Bantuan ke Palestina

Jakarta, MINA – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI bekerja sama dengan tiga lembaga filantropi besar asal Mesir, yakni Mishr Al-Kheir, Bayt Zakat Wa As-Shadaqat, dan Egyptian Red Crescent Society (ERCS), untuk mempermudah penyaluran bantuan ke Palestina.

Hal tersebut disampaikan Ketua BAZNAS RI Prof. Dr. KH. Noor Achmad MA., dalam konferensi pers Laporan Penghimpunan dan Pendistribusian Infak Kemanusiaan Palestina BAZNAS di Jakarta, Jumat (1/12).

Kiai Noor menyampaikan, pihaknya menyalurkan bantuan melalui tiga lembaga filantropi tersebut sebesar USD1 juta dengan rincian Mishr Al-Kheir (USD330 ribu), Egyptian Red Crescent Society (ERCS) (USD330 ribu), dan Bayt Zakat Wa As-Shadaqat (USD340 ribu).

“Tiga lembaga itulah yang sampai saat ini paling otoritatif dalam menyalurkan bantuan ke Gaza Palestina, karena satu-satunya pintu yang dibuka untuk menyalurkan bantuan adalah pintu Rafah di Mesir, dan Mesir yang dipercaya menyalurkan bantuan dari negara-negara internasional,” kata Kiai Noor.

Kiai Noor mengungkapkan, BAZNAS RI masih membuka kran bantuan untuk Palestina hingga 31 Desember 2023 mendatang. Katanya, BAZNAS RI sejak awal telah menargetkan untuk mengumpulkan dan menyalurkan Rp100 miliar.

“Kita masih membuka bantuan untuk Palestina sampai 31 Desember 2023. Kita berencana akan membangun kawasan Indonesia di Gaza yang di dalamnya mencakup rumah sakit, sekolah, masjid, hingga perumahan,” kata Kiai Noor.

Ditambahkan Kiai Noor, menyalurkan bantuan ke Gaza Palestina tidak semudah yang dibayangkan. Karena itu, dibutuhkan kerja sama semua pihak, termasuk bekerja sama dengan lembaga-lembaga filantropi di Mesir.

“Saat ini yang paling dibutuhkan adalah makanan dan pakaian musim dingin, karena ternyata sangat ketat sekali bantuan yang masuk, dicek oleh pihak Israel, tidak semudah yang kita bayangkan,” ujarnya.

Sejauh ini, kata Kiai Noor, BAZNAS RI telah menyalurkan puluhan ton bantuan baik melalui udara maupun laut. Beberapa antuan di antaranya telah mencapai Gaza Palestina.

“Kami terus berusaha menyalurkan bantuan lainnya ke Gaza Palestina. Karena, jujur saja, saya tidak tega mendengar orang-orang kelaparan, kedinginan, dan diserang secara terus-menerus. Jadi bagaimana pun saya berupaya seluruh bantuan dari rakyat Indonesia harus sampai ke Palestina,” katanya. (L/R2/P1)

Mi’raj News Agency (MINA)