Baznas: Zakat Dorong Kemajuan Ekonomi Syariah

Sidoarjo, MINA – Zakat sebagai salah satu pilar dari Rukun Islam yang mampu memajukan ekonomi syariah, membawa umat menjadi sejahtera dan seimbang dalam kehidupannya. Dengan jumlah penduduk muslim di Indonesia, menjadikan zakat berpotensi lebih dari Rp 200 triliun setahun.

Hal tersebut disampaikan oleh Direktur Utama Baznas Arifin Purwakananta pada acara Baznas Development Forum (BDF) bertema “Menimbang Peran Zakat Dalam Master Plan Ekonomi Syariah Indonesia 2025” di Graha Yatim Mandiri, Kampus Stainim Sidoarjo, Jawa Timur pada Rabu (27/2).

Arifin mengatakan, zakat adalah konsep membangun masyarakat yang bahagia dengan berbagi. Ini merupakan landasan dari gagasan baru dalam muamalah yang dapat membuahkan kesejahteraan masyarakat.

“Baznas berharap, zakat dapat menjadi bagian utama dari ekonomi syariah, bukan sebagai faktor pendukung saja melainkan zakat sebagai faktor utama dalam mengembangkan ekonomi yang berlandaskan syariah,” katanya.

Baznas sebagai lokomotif gerakan zakat di Indonesia, berperan dalam mendorong perzakatan sebagai arus utama dari ekonomi syariah. Tantangannya, menurut Arifin adalah bagaimana meningkatkan kesejahteraan secara menyeluruh dan mengentaskan umat dari kemiskinan.

“Kami berharap, peran Baznas bisa semakin luas sehingga sekaligus dapat menjadikan zakat sebagai solusi, bukan hanya alternatif pendanaan dalam pembangunan atau peningkatan kesejahteraan,” katanya.

Direktur Bidang Keuangan Inklusif, Dana Sosial Keagamaan, dan Keuangan Mikro Syariah Komite Nasional Keuangan Syariah (KNKS) Ahmad Juwani mengatakan, zakat memiliki peran pada bagian pembangunan atau pengembangan ekonomi syariah. Dengan zakat masyarakat bisa terbantu dan terentaskan dari kemiskinan.

“Di dalam ekonomi syariah, bagaimana ketika orang terbantu dengan zakat. Mereka bisa buka usaha dan terbantu, sekaligus menumbuhkan usaha-usaha penguatan industri syariah dan halal,” katanya.

Ia menambahkan, Indonesia tengah memperjuangkan menjadi pusat perekonomian syariah dunia, yang salah satu implementasinya adalah di bidang zakat, bagaimana lembaga-lembaga zakat semakin kuat, transparan, akuntabel, dan program-programnya semakin efektif.

“Semua ini adalah dalam rangka untuk membantu memberikan kesejahteraan dan pengentasan kemiskinan di Indonesia,” ujarnya.

Baznas Development Forum (BDF) merupakan wadah diskusi untuk mendorong berbagai gagasan, kajian, dan kerjasama Organisasi Pengelola Zakat Indonesia yang dilaksanakan setiap bulan dan telah dimulai sejak April 2018. (L/R06/B05)

Mi’raj News Agency (MINA)