BDS: Israel Dalang Serangan Cyber Terhadap Situs Pro-Palestina  

Palestina – 29 Sya’ban 1437/ 5 Juni 2016 (MINA) – Gerakan Boikot, Penghentian Saham dan Sanksi Palestina (BDS) anti-Israel, menyatakan baru-baru ini bahwa Israel berada di balik serangan cyber  pada situs pro-Palestina, enam kali selama bulan Februari dan Maret.

“Teknologi canggih yang digunakan dalam serangan dan ukuran botnet yang terlibat mungkin menunjukkan bahwa Israel terlibat langsung,” kata BDS, demikian ALRAY melaporkan seperti dikutip Mi’raj Islamic News Agency (MINA), Ahad (5/6).

Ia menjelaskan,  situs enam organisasi BDS di Eropa dan Amerika Serikat serta situs dari kelompok hak asasi manusia Israel juga melakukan serangan pada saat yang sama, menunjukkan bahwa ada “musuh bersama.”

Menurut  laporan yang disusun oleh layanan keamanan online, eQualit.ie, “serangan cyber memiliki tingkat kecanggihan dan komitmennya  adalah menghentikan website selama beberapa jam di setiap kali serangan.”

Kampanye BDS dimulai tahun 2005 oleh lebih dari 170 organisasi Palestina yang mendorong beragam boikot terhadap Israel sampai zionis itu memenuhi kewajibannya di bawah hukum internasional. Ribuan relawan di seluruh duniapun juga telah bergabung dengan BDS untuk membantu mempromosikan perjuangan Palestina.

Mahmoud Nawajaa, koordinator umum BDS mengatakan, serangan terbaru terhadap situs web gerakan anti-Israel merupakan bagian dari “seluruh perang Israel yang menggunakan intelijen dan lebih banyak dana untuk propaganda ‘merek Israel’. Serangan ini mencerminkan keputus-asaan Israel.

Dia juga menyebutkan, Israel merugikan diri sendiri dengan melancarkan kampanye serangan cyber terhadap BDS. Tiga negara Eropa dan organisasi hak asasi manusia telah mendukung gerakan BDS.

“Israel hari ini mengakui, mereka telah gagal untuk menghentikan pertumbuhan yang mengesankan dari BDS terutama karena aksi bersama dari ribuan orang yang berdedikasi, aktivis dan organisas-organisasii di seluruh dunia,” kata Nawajaa.

“Tapi pergeseran Israel ke rasis sayap kanan, mengungkapkan wajah sejatinya sebagai rezim pendudukan, penjajahan dan apartheid seperti sebelumnya, berkat meluasnya dukungan terhadap  BDS di seluruh dunia,” tambahnya.(T/hna/R01 )

Mi’raj Islamic News Agency (MINA)