BEASISWA LPDP, AJANG GENERASI CINTA PENDIDIKAN

Sekjen Kementrian Keuangan Kiagus Ahmad Badaruddin saat membuka LPDP Edufair di Jakarta, Jum'at. Foto: MINA
Sekjen Kementrian Keuangan Kiagus Ahmad Badaruddin saat membuka LPDP Edufair di Jakarta, Jum’at. Foto: MINA

Jakarta, 9 Rabiul Akhir 1436/30 Januari 2016 (MINA)– Pemerintah mengapresiasi sekitar 10 ribu masyarakat yang datang pada pameran pendidikan beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) di Jakarta, Jum’at, juga meminta budaya cinta pendidikan ditumbuhkan daripada pergi ke konser-konser.

“Saya senang sekali hari ini melihat pemuda berdesak-desakan untuk masuk ke pameran pendidikan ini daripada berdesak-desakan nonton konser. Karena apabila semangat seperti terus menerus dipupuk, generasi Indonesia bisa membuat negara ini maju,” kata Direktur Utama LPDP,  Eko Prasetyo, dalam sambutan pameran Edufair LPDP di gedung Dhanapala Kementrian Keuangan.

Dalam pameran Edufair pertama LPDP ini, Eko menjelaskan dalam empat hari pembukaan pendaftaran pameran,  10 ribu orang sudah mendaftar, sehingga pihaknya langsung menutup pendaftaran karena sudah melebihi kuota.

“Dalam dua jam di awal kami membuka pendaftaran, sudah tiga ribu orang yang mendaftar, Alhamdulillah,” katanya.

Sementara Sekjen Kementrian Keuangan Kiagus Ahmad Badaruddin menjelaskan Indonesia secara mayoritas dikuasai oleh usia produktif, jadi budaya seperti ini harus didukung.

“Hal ini berarti Indonesia perlu meningkatkan pemberdayaan untuk SDM, dan generasi harus kuat di dalam pengetahuan, kemampuan, pengalaman,” katanya dalam pidato sekaligus membuka acara pameran yang berlangsung satu hari itu.

Tahun ini, LPDP menargetkan bisa menyekolahkan sedikitnya 3.100 orang, baik dari dalam lingkungan Kemenkeu maupun dari luar Kemenkeu.

LPDP sebagai dana abadi rakyat Indonesia termasuk ke dalam APBN dan dibawahi empat kementrian, termasuk Kemenkeu, Kemendikbud, Kemenristek, dan Kemenag.

Eko melanjutkan, memasuki tahun ketiga sejak berdirinya, LPDP telah memberikan beasiswa kepada 4.580 pelajar baik di dalam maupun di luar negeri.

Pada pameran ini pula, LPDP mendapatkan penghargaan rekor MURI sebagai lembaga pemberi beasiswa S2-S3 terbesar ke luar negeri di Indonesia periode 2013 dan 2014.

Tahun ini, LPDP sudah dibuka kembali, dan para peminat beasiswa bisa membukanya di situs resmi lembaga itu.

Eko Prasetyo melanjutkan, ketentuan umum untuk bisa memperoleh beasiswa adalah punya standar IPK (indeks prestasi kumulatif) tertentu. Untuk S2 IPK dipatok minimal 3, sementara S3 IPK yang diminta minimal 3,25.

“Usia S2 maksimal 35 tahun, S3 40 tahun. Universitas luar negeri yang dituju harus top 200 besar dunia,” kata Eko di acara LPDP Edu Fair 2015, di Gedung Dhanapala, Kementerian Keuangan, Jalan Wahidin Raya, Jakarta, Jumat (30/1/2015).

Selain IPK, Eko menyebutkan, peserta beasiswa juga perlu memiliki kemampuan bahasa Inggris yang baik. Untuk TOEFL baik S2 dan S3 paling tidak 550, sedangkan IELTS 6,5. (L/R04/P2)

Mi’raj Islamic News Agency (MINA)

 

Comments: 0