Begitu Berharganya Al-Aqsa bagi Umat Islam

Oleh: Ali Farkhan Tsani*

Masjid Al-Aqsa di Palestina begitu sangat berharga bagi umat Islam. Banyak dalil ayat dan hadits yang menyebutkan keberadaan dan keutamaan Al-Aqsa, kiblat pertama umat Islam.

Mengingatkan orang-orang beriman tentang Masjid Al-Aqsa, keutamaan dan posisinya dalam Islam. Sehingga masih banyak mereka yang tergerak untuk berjuang dan mempertahankannya. Baik mereka para penjaga Al-Aqsa (murabithun), para pejuang di garis depan perlawan, pejabat hingga komponen umat Islam dunia.

Mereka semua bekerja untuk mengintensifkan dan menyatukan upaya melindungi dan membebaskan Masjid Al-Aqsa dan mempertahankan kesucian umat Islam. Upaya serius dan tanpa henti dalam mendukung Masjid Al-Aqsa dilakukan dengan segala cara yang memungkinkan.

Termasuk dengan mengunjunginya dan berdoa di dalamnya bagi mereka yang mampu.

Banyak juga yang mempertahankan Masjid Al-Aqsa dengan donasi uang. Banyak di antara kaum Muslimin yang ikhlas mengeluarkan donasinya untuk pembebasan Masjid Al-Aqsa, dan mengembalikannya ke tangan umat Islam.

Ada juga yang membela Al-Aqsa dengan pena dan lidahnya, yaitu dengan tulisan-tulisan dan membela dengan ceramah-ceramah.

Dorongan imannya adalah bahwa Masjid Al-Aqsa adalah tempat ibadah yang Allah sebutkan di dalam Al-Quran, Surat Al-Isra ayat pertama, kiblat pertama, masjid kedua yang dibangun di muka bumi dan berbagai keutamaan pahala shalat di dalamnya.

Sebagian besar Nabi dan Rasul utusan Allah, juga lahir atau pernah tinggal dan berdakwah di sekitar Al-Aqsa Palestina. Di antara mereka adalah Nabi Ibrahim, Ishaq, Ismail, Yusuf, Dawud, Sulaiman, Zakaria, Isa, dan Nabi Muhammad SAW (Isra Mi’raj).

Para ulama bahkan ada yang menyebutkan bahwa orang yang pertama kali meletakkan pondasi Masjid Al-Aqsa adalah para Nabi Adam. Masjid Al-Aqsa dalam artian tempat khusus untuk bersujud, beribadah, itu diletakkan empat puluh tahun setelah Masjidil Haram.

Ini seperti disebutkan di dalam hadits dari Abu Dzar Al-Ghafari sdat dia bertanya, “Wahai Rasulullah, masjid mana yang pertama kali ditempatkan di bumi?” Jawab Nabi, “Masjidil Haram”. Saya bertanya lagi, “Lalu mana lagi?” Jawab Nabi, “Masjid Al-Aqsa”. Saya bertanya kembali, “Berapa jarak di antara keduanya?” Jawabnya: “Empat puluh tahun.”

Selanjutnya, Nabi yang pertama kali membangunnya kembali adalah Nabi Ibrahim. Dilanjutkan oleh putranya Nabi Ishaq dan cucunya Nabi Ya’qu, dan generasi berikutnya yang memperbarui adalah Nabi Sulaiman. Nabi Sulaiman merestorasi Masjid Al-Aqsa pada tahun 1000 SM.

Setelah Rasulullah Shallalahu ‘Alaihi Wasallam, adalah Khalifah Umar bin Khattab yang membebaskan Masjid Al-Aqsa, membangun lebih permanen dan besar Masjid Al-Qibli sebagai inti dari Masjid Al-Aqsa. Dilanjutkan muncullah Kekhalifahan Umayyah, yang membangun Kubah Sakhrah, masih di kawasan Al-Aqsa.

Itu semua menunjukkan betapa Masjid Al-Aqsa dalam Islam memiliki keutamaan yang besar, memiliki status yang tinggi dan nilai yang sangat berharga di hati umat Islam, kapanpun, di manapun, sepanjang masa.

Rasulullah Shallalalhu ‘Alaihi Wasallam pun mengarahkan dan menganjurkan untuk berkunjung ke Masjidil Haram di Makkah, Masjid Nabawi di Madinah dan Masjidil Aqsa di Yerusalem.

Tidak ada kata lain kecuali kita selalu mengangungkannya, memuliakannya, memperhatikannya, mensucikannya dan mempertahankannya dari belenggu penjajahan. Sebab ayat dan hadits, Allah dan Rasul-Nya memang demikian memperlakukannya.

Itu semua menunjukkan bahwa Masjid Al-Aqsa adalah hak milik kita umat Islam. Al-Aqsa Haqquna. (A/RS2/P2)

*Ali Farkhan Tsani, Penulis, Redaktur Senior Kantor Berita MINA, Duta Al-Quds, Pengasuh Pesantren Tahfidz Al-Quran, Alamat Elektronik: [email protected], HP/WA: 0858-1712-3848

 

Mi’raj News Agency (MINA)