Belal Muhammad, Petarung UFC Keturunan Palestina

Oleh: Lailatul Mukarromah, Wartawan MINA

Belal Muhammad dikenal sebagai petarung muslim, seorang seniman bela diri campuran Amerika yang saat ini berkompetisi di divisi kelas Welter UFC. Pria kelahiran 9 Juli 1988, di Chicago, Illinois, Amerika Serikat. Namun, kedua orang tuanya berasal dari Palestina.

Walau begitu, Belal tidak lupa asal-usul. Ia kerap membawa bendera Palestina pada momen duel MMA-nya, baik di UFC maupun di ajang lain.

Belal Muhammad mulai menjadi nama yang layak diperhitungkan di kancah UFC. Ia diprediksi sebagian orang akan kian mampu berbicara banyak dengan kualitas bertarungnya.

Terbaru, Belal mengalahkan Dhiego Lima dalam ajang UFC 258 pada Ahad (14/2) pagi WIB beberapa waktu lalu. Kemenangan itu kian membuat petarung berjuluk ‘Remember the Name’ tersebut kian haus berduel.

Belal bergabung dengan UFC pada 2016 setelah menjadi juara dunia kelas welter Titan FC, petarung berdarah Palestina itu mengaku selalu berusaha maksimal menunjukkan wajah Islam yang sesungguhnya saat tampil di UFC. Belal ingin menghapus kesan yang menghubungkan Islam dengan teroris, terutama di Amerika Serikat.

“Islamofobia terjadi di mana-mana, dan banyak orang tidak memahami agama ini, apa artinya, di mana konsep aslinya adalah perdamaian, kerendahan hati dan rasa hormat. Konsep dan nilai yang sama ada di MMA. Tapi, banyak penggemar melihat MMA seperti adu ayam,” ujar Belal.

“Saya suka disiplin dan rasa hormat, itulah seni bela diri bagi saya, dan itulah [arti] agama [Islam] saya. Banyak petarung melakukan cara lain, seperti melakukan hal-hal bodoh atau hal-hal rasial,” tambahnya.

Belal yang memiliki rekor MMA 17 menang dan 3 kali kalah, memiliki dua sosok petarung panutan di UFC yaitu Georges Saint-Pierre (GSP) dan Khabib Nurmagomedov. Belal berambisi mengikuti jejak Khabib.

“Bagi saya olahraga ini adalah soal kerja keras dan kerendahan hati. Orang-orang berpikir mereka tidak bisa membangun petarung hebat tanpa kata-kata kotor, tetapi GSP menjadi bintang terbesar di dunia tanpa berbicara kotor. Khabib Nurmagomedov adalah the next GSP,” ucap Belal.

“Olahraga ini punya juara dunia pertama muslim dalam diri Khabib, dia sangat dihormati, dan orang-orang mencontohnya. Saya tidak pernah menyangka hal seperti itu terjadi. Saya ingin menjadi juara dunia kedua muslim setelah Khabib dan saya percaya diri,” ucap Belal.

Petarung beragama Islam asal Amerika Serikat, Belal Muhammad, bercerita seputar caranya menjadi seorang Muslim seperti halnya Khabib Nurmagomedov di tengah duel UFC.

Belal Muhammad adalah salah satu jagoan ganas di kelas welter UFC atau satu bobot di atas kelasnya Khabib Nurmagomedov. Menjadi wajah umat Islam di panggung dunia seperti Khabib Nurmagomedov tentu membuat Belal memikul beban yang cukup berat.

Berikut sejumlah fakta menarik tentang Belal Muhammad:

1. Keturunan Palestina

Belal Muhammad lahir di Chicago, Illinois, Amerika Serikat. Namun, kedua orang tuanya berasal dari Palestina. Walau begitu, Belal tidak lupa asal-usul. Ia kerap membawa bendera Palestina pada momen duel MMA-nya, baik di UFC maupun di ajang lain.

“Seringkali, jika memikirkan orang Palestina atau Arab, anda berpikir tentang mereka yang bekerja di toko tidak dapat melakukan apa pun selain [bekerja di] toko,” tuturnya dalam wawancara dengan situs web Palestine in America pada September 2018.

“Jadi, jika saya dapat menyampaikan [ide] kepada orang-orang, ‘Hai, Anda bisa menjadi atlet profesional, Anda dapat melakukan apa pun yang Anda inginkan, jika Anda bekerja keras’, itu akan sangat berarti,” katanya.

2. Seorang pegiat podcast

Selain eksis di dunia MMA, Belal juga aktif memproduksi konten podcast. Dalam podcast bertajuk ‘Remember the Show’, ia berkolaborasi dengan Jason Anik, saudara kembar komentator UFC Jon Anik.

Episode pertama podcast itu disiarkan langsung pada September 2020 di kanal YouTube, ‘Anik & Florian Podcast’, di mana Jared Gordon dan Louis Taylor muncul sebagai tamu. Sejak itu, beberapa atlet bela diri terkenal telah tampil di podcast-nya dan teranyar adalah Kelvin Gastelum dan eks juara UFC, Henry Cejudo.

3. Khabib Nurmagomdev adalah inspirasinya

Bagi Belal, Khabib Nurmagomedov adalah idola. Meski turun di kelas yang berbeda dengan Khabib di UFC, ia tetap bertekad melingkarkan sabuk juara di pinggangnya.

“Olahraga ini memiliki juara dunia Muslim pertama, Khabib. Dia sangat dihormati dan orang-orang mengaguminya. Saya tidak pernah berpikir tentang hal itu terjadi pada saya. Saya ingin menjadi juara dunia muslim kedua setelah Khabib dan saya percaya diri,” ucapnya.

4. Gemilang saat bertarung melawan petarung Jepang di UFC

Salah satu pertarungan terbaiknya di UFC adalah saat mengalahkan petarung Jepang, Takashi Sato. Itu terjadi pada 7 September 2019. Belal memaksa Sato menyerah via teknik kuncian rear-naked choke di ronde ketiga. Penampilannya kemudian terpilih sebagai ‘Performance of the Night’ UFC 242.

Kini, Belal Muhammad memiliki rekor 18 kali menang dan tiga kali kalah di MMA profesional. Tiga kekalahannya terjadi di UFC, tetapi total ia mengoleksi sembilan kemenangan di UFC. (A/R11/P1

Mi’raj News Agency (MINA)