Minsk, MINA – Presiden Alexander Lukashenko menegaskan, Belarusia akan langsung merespons jika Ukraina, negara-negara Baltik, atau Polandia bertindak agresif terhadap negaranya.
“Hanya ada satu ancaman: agresi terhadap negara kita. Jika agresi dimulai bahkan di pihak Ukraina, di pihak Polandia, Lituania, Latvia, kami akan segera menanggapi dengan semua yang kami miliki,” kata kantor berita negara Rusia TASS, mengutip Lukashenko dalam sebuah wawancara dengan jurnalis Ukraina Diana Panchenko yang diunggah di saluran YouTube-nya, Kamis (17/8).
“Kami tidak bersaing dengan mereka. Namun, kami akan memberikan serangan yang luar biasa pada mereka dan mereka akan berakhir dengan kerugian yang luar biasa, kerusakan,” katanya. Anadolu Agency melaporkan.
Lukashenko menggarisbawahi, meskipun ibu kota Ukraina dikepung oleh pasukan Rusia pada satu titik selama perang, Rusia tidak menyerbu Kyiv karena itu akan membunuh banyak orang, lapor TASS.
Baca Juga: Lebih dari 2.000 Tahanan Dibebaskan di Afghanistan pada Hari Raya Idul Fitri
“Kami melakukan percakapan dengan (Presiden Rusia Vladimir) Putin sehubungan dengan ini. Saya berkata, ‘Agar perang berakhir, tentu saja, ibu kota perlu diambil.’ Dia berkata kepada saya: ‘Anda tahu, itu bisa dilakukan segera, seketika, tetapi sejumlah besar orang akan mati.’,” tambahnya.
Lukashenko juga memperingatkan bahwa Ukraina dapat kehilangan semua wilayahnya jika melanjutkan kegiatan militernya, menurut TASS.
Kyiv perlu “bergerak menuju perdamaian,” katanya. “Langkah pertama yang perlu diambil adalah membangun perdamaian.” (T/RI-1/P2)
Mi’raj News Agency (MINA)