Ben-Gvir Bela Kekerasan yang Dilakukan Pemukim Yahudi di Tepi Barat

Yerusalem, MINA – Menteri Keamanan Nasional sayap kanan Israel Itamar Ben-Gvir pada Rabu (20/12) membela kekerasan yang dilakukan pemukim Yahudi terhadap warga Palestina di Tepi Barat yang diduduki.

Kekerasan pemukim “adalah fenomena marginal dan ada penurunan tajam dalam tindakan orang Yahudi terhadap orang Arab,” kata Ben-Gvir dalam pertemuan penilaian situasi yang dikutip oleh lembaga penyiaran publik Israel, KAN.

Anadolu melaporkan, dalam pertemuan tersebut, menteri sayap kanan terlibat dalam konfrontasi dengan perwakilan Badan Keamanan Nasional dan layanan Shin Bet mengenai kekerasan pemukim.

“Bagaimana kami bisa sampai pada situasi di mana Anda mendistribusikan data secara independen, yang tidak benar dan menyebabkan kerugian besar bagi negara,” tanya Ben-Gvir.

Baca Juga:  PBB: Serangan Bom Israel di Gaza Ciptakan 39 Juta Ton Puing

Perwakilan NAS mengatakan data baru dari tentara dan Shin Bet menyoroti kekerasan pemukim terhadap warga Palestina di Tepi Barat.

Ben-Gvir, yang juga seorang pemukim, menanggapi dengan marah dan mengatakan: “Sejak kapan IDF (tentara) dan Shin Bet melakukan penyelidikan dan mempublikasikan statistik seperti itu? Ada satu badan yang mengumpulkan data kejahatan, dan itu adalah Polisi Israel.”

Perwakilan Shin Bet turun tangan dengan mengatakan ada perbedaan antara data polisi dan tentara.

“Tapi menurut kami data polisi tidak mencerminkan seluruh kejadian,” tambahnya.

Pemukim Israel telah melakukan lebih dari 2.270 serangan tahun ini terhadap warga Palestina dan merusak properti mereka, yang mengakibatkan kematian 17 warga Palestina, menurut Komisi Kolonisasi dan Perlawanan Tembok.

Baca Juga:  AWG Laksanakan Qurban untuk Palestina di Tengah Agresi Israel

Ketegangan meningkat di Tepi Barat yang diduduki di tengah serangan militer Israel yang hampir setiap hari terjadi di kota-kota Palestina.

Lebih dari 300 warga Palestina telah tewas akibat tembakan tentara Israel sejak dimulainya perang Israel di Jalur Gaza pada 7 Oktober menyusul serangan lintas batas oleh kelompok Palestina Hamas, menurut Kementerian Kesehatan. (T/R7/R1)

 

Mi’raj News Agency (MINA)

Wartawan: sri astuti

Editor: Rana Setiawan