Bentrokan di Al-Aqsha, Pasukan Israel Mundur, Puluhan Warga Terluka

Al-Quds, MINA – Puluhan warga Palestina terluka pada Ahad pagi (11/8) usai bentrokan kekerasan setelah pemukim Yahudi dan pasukan Israel menyerbu halaman Masjid Al-Aqsha usai shalat Idul Adha.

Sumber-sumber lokal mengkonfirmasi cedera puluhan jamaah akibat terkena peluru karet, gas air mata dan bentrokan fisik, dalam konfrontasi dengan pasukan pendudukan Israel.

Sekitar 450 pemukim Yahudi menyerbu halaman Masjid Al-Aqsha melalui Gerbang Maghariba, di bawah penjagaan ketat dari polisi dan pasukan pendudukan.

Satu jam kemudian, polisi Israel menarik diri dari keputusan untuk mengizinkan pemukim menyerbu Masjid Al-Aqsha setelah terjadi konfrontasi besar-besaran dengan Palestina, yang mengakibatkan puluhan warga cedera.

Dalam sebuah pernyataan kepada Quds Press, Bulan Sabit Merah Palestina mengkonfirmasikan bahwa para relawannya di dalam halaman Masjid Al-Aqsha menangani 61 warga Palestina yang terluka, dan 16 di antaranya dipindahkan ke rumah sakit.

Bulan Sabit Merah menambahkan bahwa sejumlah ambulan miliknya berada di dekat Gerbang Al-Asbat untuk mengangkut warga yang cedera ke rumah sakit.

Firas al-Debs, pejabat informasi Departemen Wakaf Islam di Yerusalem, mengatakan bahwa “luka-luka dilaporkan di antara jamaah, termasuk kepala Dewan Awqaf dan Urusan Islam di Yerusalem, Sheikh Abdul Azim Salhab,” tanpa menjelaskan lebih lanjut.

Kejadian terjadi setelah lebih dari 100.000 warga Palestina melaksanakan shalat Idul Adha.

Organisasi Jerusalemite telah mengeluarkan seruan untuk tetap tinggal di dalam kompleks Masjid Al-Aqsha, untuk mengantisipasi serbuan pemukim yang akan mengganggu jamaah.

Departemen Endowmen Islam di Yerusalem mengunggah video klip yang memperlihatkan para jamaah melantunkan takbir dan tentara Israel merespons dengan tembakan peluru, gas, dan bom suara.  (T/RS2/P1)

Mi’raj News Agency (MINA)