Berdayakan Ekonomi Pesantren, Kemenag Gandeng Sejumlah Lembaga

Jakarta, MINA – Direktorat Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Kemenag menggandeng sejumlah Kementerian atau Lembaga negara (K/L) untuk ikut memberdayakan pesantren, utamanya pada aspek ekonomi.

Direktur Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Waryono Abdul Ghafur menjelaskan, Rapat Koordinasi lintas K/L digelar dalam upaya mengoptimalkanpesantren dalam fungsi pemberdayaan, demikian keterangan yang diterima MINA Kamis, (11/2).

Menurutnya, rakor ini menyepakati sejumlah hal terkait pemberdayaan potensi ekonomi pesantren. Mengidentifikasi pemberdayaan pesantren sudah dilakukan oleh K/L terkait dalam lima tahun terakhir, meski belum merata.

“Ke depan, Kemenag bersama K/L berkomitmen untuk melakukan proses pemerataan sekaligus fokus pada upaya memperkuat kemandirian pesantren,” jelasnya.

Lanjutnya, rakor juga menyepakati pentingnya pemetaan usaha ekonomi pesantren dan sinkronisasi usaha pesantren dengan program K/L. Atau sebaliknya, sinkronisasi program K/L dengan program pemberdayaan ekonomi yang sudah dirintis dan atau telah berjalan di pesantren.

Ia menambahkan, bahwa saat ini setidaknya ada empat tipe pesantren, yaitu: belum memiliki usaha, sudah memiliki usaha tapi belum berkembang, kluster pesantren, dan ekosistem pesantren. Masing-masing tipe perlu pendekatan atau intervensi berbeda. Misalnya, pesantren yang belum memiliki usaha, bisa diberikan pelatihan yang tepat dengan potensinya. Untuk usaha yang belum berkembang, perlu mendapatkan terobosan dan jalan keluar. Pesantren yang sudah menjadi kluster, perlu mendapat afirmasi untuk meningkatkan kapasitas bisnis.

“Untuk pesantren yang ekosistem usahanya sudah terbangun dengan baik, harus dijaga agar terus berjalan baik dan berkembang,” ujarnya. (R/SH/P2)

Mi’raj News Agency (MINA)