Berjamaah Solusi Mewujudkan Kesatuan Umat

Lampung Selatan, MINA – Kondisi umat Islam saat ini terpuruk, umat Islam yang tertindas dan mengalami ketertinggalan. Umat Islam juga berselisih dan berpecah belah, bahkan saling menjatuhkan dan membunuh.

Hal itu disampaikan oleh KH Abdul Hidayat Saerojie saat menyampaikan tablighnya di hadapan ribuan peserta Tabligh Akbar Jama’ah Muslimin (Hizbullah) di Masjid An Nubuwwah Muhajirin Negara Ratu Kecamatan Natar, Lampung Selatan, Ahad (28/4).

“Umat Islam di beberapa negeri, saudara-saudara sedang dizolimi, ditindas, seperti di Palestina, Suriah, Cina, Rohingya, Pattani dan banyak negeri lainnya,” katanya.

Abul Hidayat menyebut bahwa kelemahan dan keterpurukan umat Islam karena adanya invasi dan infiltrasi pemikiran yang sengaja disusupkan oleh musuh ke dalam umat Islam. Selain itu juga adanya faktor internal umat Islam sendiri yang lemah dalam menghadapi serbuan pemikiran tersebut.

“Muslimin saat ini juga terpecah dalam banyak firqoh (kelompok), sehingga mudah diadu domba dan kotak-kotak kekuatannya,” kata Abul Hidayat yang menyampaikan tabligh dengan judul Jama’ah Solusi Kesatuan Umat.

Menjadi penyebab kelemahan ummat Islam pula, karena tidak adanya kepemimpinan bagi Dunia Islam seperti yang disyariatkan dan dicontohkan oleh pola kepemimpinan para Nabi dan Khulafaur Rasyidin Al-Mahdiyin.

“Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam menyebutnya dengan Khilafah ‘Ala Minhajin Nubuwwah, yaitu pola kepemimpinan yang mengikuti jejak kenabian yang harus diamalkan umat Islam sebagaimana yang diperintahkan dalam sebuah hadits,” jelas Abul Hidayat.

Di akhir ceramahnya, Abul Hidayat menegaskan bahwa potensi yang dimiliki oleh umat Islam dengan jumlah yang mencapai lebih dari satu milyar, sumber daya manusia yang cukup, akan dapat menandingi orang-orang kafir. Ditambah lagi dengan sumber daya alam yang berlimpah.

“Kelebihan itu akan menjadi kekuatan jika umat Islam hidup berjama’ah dan berimamah, satu kesatuan yang dilandasi aqidah dan diikat oleh ukhuwah Islamiyah dalam Khilafah ‘Ala minhajin nubuwwah,” tegasnya.

Tabligh Akbar dan Festival Sya’ban 1440 H merupakan acara tahunan yang diselenggarakan oleh Jama’ah Muslimin (Hizbullah).

Lebih dari 10.000 jamaah menghadiri Tabligh Akbar bertema “Memperkokoh Aqidah Merajut Ukhuwwah Islamiyah Sebagai Implementasi Islam Rahmatan lil Alamiin” ini.

Mereka datang dari berbagai daerah di Indonesia, mulai dari Aceh hingga Maluku, serta dari luar negeri, seperti Malaysia, Filipina dan Thailand. (L/B05/R01)

Mi’raj News Agency (MINA)