SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Biaya Melintas Selat Hormuz Disebut Mencapai Rp34 M per Kapal

Widi Kusnadi Editor : Ali Farkhan Tsani - Jumat, 10 April 2026 - 22:43 WIB

Jumat, 10 April 2026 - 22:43 WIB

11 Views

Selat Hormuz terlihat dari udara (foto: Fpik)

Teheran, MINA – Biaya melintas Selat Hormuz dilaporkan dapat mencapai sekitar Rp34 miliar per kapal untuk sekali perjalanan, memicu kekhawatiran baru terhadap stabilitas perdagangan dan pasokan energi global di tengah meningkatnya ketegangan di kawasan Timur Tengah.

Laporan Hindustan Times, Jumat (10/4) menyebutkan bahwa angka tersebut berasal dari kebijakan Iran yang mempertimbangkan penarikan tarif hingga sekitar 2 juta dolar AS bagi kapal yang melintasi jalur strategis tersebut.

Selat Hormuz sendiri merupakan salah satu jalur pelayaran paling vital di dunia, khususnya untuk distribusi minyak dan gas.

Kebijakan ini muncul dalam konteks dinamika geopolitik yang semakin kompleks, termasuk negosiasi dan ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat.

Baca Juga: Perundingan Iran-AS Gagal, Harga Minyak Langsung Meledak

Wacana penarikan biaya tersebut dinilai sebagai bagian dari strategi pengendalian jalur perdagangan yang memiliki nilai strategis tinggi bagi ekonomi global.

Selat Hormuz diketahui menjadi jalur utama bagi sekitar sepertiga perdagangan minyak dunia. Setiap gangguan atau kebijakan baru di wilayah ini berpotensi langsung berdampak pada harga energi internasional serta biaya logistik global, termasuk bagi negara-negara pengimpor energi seperti di Asia.

Penerapan tarif tinggi tersebut dapat meningkatkan biaya operasional perusahaan pelayaran dan pada akhirnya dibebankan kepada konsumen melalui kenaikan harga energi dan barang.

Selain itu, kebijakan ini juga berpotensi memicu respons dari negara-negara besar yang memiliki kepentingan di kawasan tersebut.

Baca Juga: Jenderal AL Iran Tegaskan Siap Hadapi AS di Selat Hormuz

Stabilitas kawasan dinilai menjadi kunci utama untuk mencegah dampak ekonomi yang lebih luas di tengah kondisi geopolitik yang masih bergejolak. []

Mi’raj News Agency (MINA)

Baca Juga: Naiknya Biaya Perang Tekan Ekonomi Israel, Rugi Rp45 Triliun per Pekan

Rekomendasi untuk Anda