Biden Buka kembali Konsulat AS untuk Palestina Meskipun Ditentang Israel

Yerusalem, MINA – AS bergerak maju dengan rencana untuk membuka kembali misi de facto di Yerusalem Barat, Palestina, Departemen Luar Negeri mengumumkan Rabu (1/9), meskipun ada tantangan yang sangat terbuka dari  Menteri Luar Negeri Israel.

Menteri Luar Negeri Israel Yair Lapid mengatakan, membuka kembali konsulat jenderal Washington di Yerusalem barat, yang berfungsi sebagai perwakilan diplomatik AS untuk Palestina, adalah “ide yang buruk,” Anadolu Agency melaporkan.

“Kami pikir itu ide yang buruk, dan kami telah memberi tahu Amerika bahwa kami pikir itu ide yang buruk,” kata Lapid dalam pernyataan yang dikutip oleh surat kabar The Times of Israel.

Langkah itu, katanya, “akan mengirim pesan yang salah, tidak hanya ke kawasan, tidak hanya ke Palestina, tetapi juga ke negara lain, dan kami tidak ingin ini terjadi.”

Juru Bicara Departemen Luar Negeri AS Ned Price mengatakan pemerintahan Biden “akan bergerak maju dengan proses untuk membuka kembali konsulat kami di Yerusalem.”

Konsulat yang dibangun sebelum pembentukan negara Israel tahun 1948, ditutup oleh Presiden Donald Trump pada 2019 ketika ia memindahkan kedutaan AS dari Tel Aviv ke Yerusalem dan mengakui kota yang diperebutkan itu sebagai ibu kota Israel.

Tindakan Trump memicu reaksi luas di antara orang-orang Palestina, yang memperjuangkan Yerusalem Timur sebagai ibu kota negara masa depan mereka. Sejak itu mereka telah menghentikan kontak diplomatik dengan AS, tapi Biden pengganti Trump telah berjanji untuk memulihkan hubungan dengan Palestina.

Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken mengumumkan pada Mei, pemerintahan Biden akan bergerak maju dengan membuka kembali konsulat. (T/R7/P1)

Mi’raj News Agency (MINA)