Biden Janji Akhiri Larangan Perjalanan ke Negara Muslim

Washington, MINA – Calon presiden dari Partai Demokrat, Joe Biden mengatakan pada Senin (20/7), ia berjanji pada hari pertamanya nanti di kantor kepresidenan akan membatalkan larangan perjalanan warga negaranya ke negara-negara mayoritas Muslim.

Dia menyebut, larangan bepergian yang dibuat Donald Trump itu penyalahgunaan kekuasaan “yang dirancang untuk menargetkan terutama imigran hitam dan cokelat.” Saudi Gazette melaporkan.

Biden membuat pernyataan dalam acara online yang diselenggarakan oleh Emgage Action, organisasi Muslim berusia 14 tahun di negara itu.

Mantan wakil presiden era Barack Obama itu mengatakan, Muslim adalah yang pertama menderita serangan di bawah pemerintahan Trump yang menyebabkan anak-anak diintimidasi di sekolah dan peningkatan kejahatan rasial.

Baca Juga:  Indonesia Tempati Pot Ke-6 Kualifikasi Piala Dunia 2026

Biden mengatakan, Trump menunjuk pemimpin yang tidak disebutkan namanya di Departemen Pertahanan dan Badan Pembangunan Internasional AS, terlepas dari Islamofobia terbuka mereka.

“Donald Trump telah mengipasi api kebencian di negara ini melalui kata-katanya, kebijakannya, penunjukannya dan perbuatannya,” katanya.

“Di bawah pemerintahan ini, kita telah melihat peningkatan yang tidak masuk akal dalam Islamophobia,” lanjutnya.

Di tengah krisis pandemi, Trump yang kewalahan mentasinya mengatakan, agama sangat penting untuk menghadapi saat kritis di tengah masyarakat.

Menurut Biden, umat Islam memiliki cukup kontribusi dalam memerangi pandemi virus corona di AS.

“Salah satu hal yang saya pikir penting, saya berharap mengajar lebih banyak di sekolah kami tentang agama Islam,” imbuhnya.

Baca Juga:  Khutbah Jumat: Kewajiban Menjaga Tempat-tempat Mulia

“Apa yang orang tidak sadari adalah kita semua berasal dari akar yang sama di sini, dalam hal kepercayaan mendasar kita,” lanjutnya.

Biden juga menggarisbawahi perlunya warga Palestina dan Israel memiliki negara mereka sendiri. (T/RS2/P2)

Mi’raj News Agency (MINA)